Dampak Debu Jalan, Puluhan Warga Punggolaka Terserang Penyakit ISPA

60
Sejumlah warga di jalan Pekuburan, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) memblokade jalan yang kerap dilintasi oleh roda dua maupun roda empat.

Kendari, Inilahsultra.com – Puluhan warga di jalan Pekuburan, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai jatuh sakit akibat dampak dari debu yang dihasilkan mobil-mobil tambang pengangkut material pasir, batu, dan timbunan.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Punggolaka Langkarisu mengatakan, setiap tahun, masalah masyarakat di Pekuburan Punggolaka adalah debu.

- Advertisement -

“Terparah tahun ini karena debu yang dihasilkan mobil tambang menganggu warga sekitar mulai dari aktivitas sehari-hari,” katanya Jumat 20 September 2019.

Bukan hanya itu, dampak dari debu juga telah menyerang kesehatan warga sekitar dengan penyakit Iinfeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

                       

“Kurang lebih sudah 20 orang jatuh sakit terserang ISPA, dari 20 orang ini ada anak-anak dan orang tua, dan ada satu keluarga terserang penyakit tersebut. Bahkan sudah ada yang masuk puskesmas untuk dilakukan perawatan,” kata Langkarisu, saat ditemui di kantor DPRD Kota Kendari.

Sebelum ada debu, kondisi masyarakat sangat baik dan tidak ada keluhan dari masyarakat yang terserang penyakit ISPA.

“Kami menilai puluhan warga yang jatuh sakit terkena ISPA ini merupakan dampak dari debu yang dihasilkan mobil-mobil tambang yang mengangkut pasir,” ungkapnya.

Selain terserang penyakit ISPA, dampak debu dari mobil tambang pengakut pasir ini, kata dia, bisa menimbulkan konflik atau kontak fisik antara warga sekitar dengan sopir truk dan pemilik tambang pasir.

“Kemarin masyarakat hampir konflik dengan sopir dan pemilik tambang, karena memaksa untuk lewat di jalan yang di tutup warga. Tapi karena di situ ada pihak keamanan dari kepolisian yang bisa mengendalikan situasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Makin Marak, TNI Turun Tangan Berantas Begal di Kendari

Ia mengaku, pemerintah setempat tidak memiliki kemampuan dan kapasitas melarang kehendak rakyat untuk menutup jalan yang dilintasi mobil tambang pengangkut pasir.

“Saya dengan pak lurah serta Polsek Mandonga memfasilitasi pertemuan warga dan sopir truk serta pemilik tambang pasir tapi tidak menemukan jalan keluar atau solusi,” katanya.

Masalah ini, kata dia, berlangsung kurang lebih sudah satu minggu tapi tidak ada titik terang dari berbagai pihak. Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah dapat memberikan solusi atau kejelasan dengan kondisi yang diderita masyarakat di Kelurahan Punggolaka.

“Ini masalah sudah berlarut-larut dan pemerintah harus menyikapi ini secara serius untuk mengantisipasi jangan sampai ada konflik berkepanjangan di masyarakat,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...