Sudah Puluhan Tahun, Jalan di Punggolaka Kota Kendari Tak Diperhatikan Pemerintah

1115
Sejumlah warga di jalan Pekuburan, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) memblokade jalan yang kerap dilintasi oleh roda dua maupun roda empat.
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Sejumlah warga di jalan Pekuburan, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah.

-Advertisements-

Kondisi ini sudah dirasakan warga sejak puluhan tahun dan tidak pernah disentuh pemerintah setempat untuk dilakukan pengaspalan.

Saat ini, sejumlah warga memblokade jalan tersebut, dikarenakan banyak debu dari aktivitas mobil pengangkut pasir yang kerap menganggu.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Punggolaka Langkarisu mengungkapkan, saat memasuki musim kemarau warga sekitar sangat menderita dengan debu.

“Kami berdomisili di Kelurahan Punggolaka sejak 40 tahun yang lalu
sampai hari ini tidak disentuh pemerintah, sehingga kondisi jalan hanya begitu-begitu saja,” kata Langkarisu pada saat hearing di DPRD Kota Kendari, Jumat 20 September 2019.

Langkarisu mengaku, penutupan jalan ini merupakan aksi protes masyarakat terhadap aktivitas mobil pengangkut pasir yang menimbulkan debu dan pemerintah yang tidak serius melihat kondisi masyarakat.

“Debu ini mengusik warga, sehingga mereka sepakat memblokir jalan, warga bersikukub tetap menutup jalan tidak ada tawar menawar. Dan kami bersama pak lurah tidak punya kemampuan melarang warga untuk tidak memboikot jalan,” jelasnya.

Di hadapan anggota dewan dan Kepala Dinas PU Kota Kendari, Langkarisu menjelaskan, kurang lebih 3 kilo meter jalan tersebut yang belum diaspal.

Warga meminta dan menginginkan sepanjang jalan itu harus ada kejelasan atau kepastian untuk diaspal.

“Kalau tidak ada kepastian jalan yang sudah ditutup tidak akan dibuka. Kami hanya butuh komitmen dan kepastian dari semua pihak untuk menyikapi ini. Kami harap DPRD dan pemerintah yang diwakili Kadis PU bisa mendengarkan tangisan masyarakat yang menderita,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Punggolaka Arnaldo mengatakan, persoalan debu ini kerap melanda masyarakat setiap tahun pada musim kemarau dan ini harus ada kejelasan dari instansi terkait yang menangani masalah jalan.

“Mudah-mudahan hearing ini hari ini ada harapan yang didapatkan masyarakat, dan kalau ada komitmen saya yakin masyarakat sangat patuh terhadap aturan,” jelasnya.

Lanjut Arnaldo, kepada penambang dan sopir pengangkut pasir untuk meningkatkan penyiraman jalan dalam sehari untuk mengurangi penderitaan masyarakat terhadap debu.

Ia menyebut, Kelurahan Punggolaka, merupakan daerah yang paling luas dan jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Puuwatu.

“Namun, untuk pembangunan infrastruktur yang paling tertinggal terutama jalan yang tidak diaspal sejak puluhan tahun,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kendari Hj Erlis Sadia Kencana mengatakan, untuk perbaikan dan pengaspalan jalan pekuburan di Kelurahan Punggolaka sudah tahap tender dan saat ini proses penyusunan kontrak.

“Sudah anggarannya ini dan kita menunggu saja, dan saat ini masih proses dituntaskan semua administrasinya,” katanya.

Untuk saat ini, lanjutnya, akan meninjau terlebih dahulu jalan tersebut untuk dilakukan pemeliharaan sementara waktu sampai menunggu pengaspalan dilakukan.

“Setelah kita tinjau, setelah itu kita akan kondisikan dengan anggaran yang ada untuk dilakukan pemeliharaan dengan dilakukan pengerasan. Kita berdoa saja mudah-mudahan di 2020 nanti akan dilakukan pengaspalan,” janjinya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...