Demo Ricuh di UHO, Kaca Pintu dan Jendela Rektorat Pecah

211
Ribuan mahasiswa mengepung gedung Rektorat UHO meminta mencabut aturan kampus yang dinilai merugikan mahasiswa. (Haerun/Inilahsultra)

Kendari, Inilahsultra.com – Gedung Rektorat Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menjadi amukan ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UHO menggelar unjuk rasa, Senin 23 September 2019.

Pantauan Inilahsultra.com, satpam bersama para dekan melakukan penjagaan terhadap pintu masuk gedung Rektorat. Tapi tidak bisa membendung amukan massa aksi, membuat mereka lari mengamankan diri masing-masing.

- Advertisement -

Orasi sedang berjalan tiba-tiba ada yang memprovokasi antara mahasiswa dengan pihak keamanan sehingga situasi tidak bisa terkendali.

Mahasiswa melayangkan lemparan batu dan kayu di gedung rektorat, dan pihak keamanan membalas dengan melempari mahasiswa. Akibat dari saling lempar ini kaca jendela dan kaca pintu masuk gedung rektorat pecah setelah dikena lemparan batu.

                       

Selain kaca jendela dan pintu masuk, terlihat juga satu mobil Honda Brio berwarnah putih terparkir di halaman parkir gedung rektorat tak luput dari amukan mahasiswa.

Berselang beberapa menit aksi saling lempar, situasi langsung kondusif dan massa aksi kembali di halaman depan Gedung Rektorat untuk kembali menyampaikan tuntutan.

“Saudara-saudadaku, ingat kita satu komando jangan berprovokasi dengan oknum-oknum yang tidak bergabung dalam keluarga besar UHO. Kita datang di sini bukan untuk melempari Gedung Rektorat dan kalau ada yang melempar itu bukan dari barisan KBM,” jelas Maco.

Kemudian mahasiswa berhasil memaksa masuk dalam rektorat bertujuan menemui rektor untuk segera mencabut Surat Keputusan Rektor Universitas Halu Oleo Nomor : 2404/UN29/SK/KU/2019 tentang Tarif Layanan, Badan Layanan Umum UHO yang terindikasi tidak mempertimbangkan keadilan dan kepatuhan.

Kemudian Rektor UHO Muh Zamrun Firihu kembali menemui massa aksi dengan mengatakan bahwa, persoalan ini hanya salah paham dari kelembagaan mahasiswa terkait adanya penerapan tarif layanan.

Baca Juga :  Pengadilan Tipikor Sidangkan Kasus Dugaan Korupsi Rp 4,8 Miliar di Dikbud Konawe

“Ini terjadi hanya kesalapahaman, karena lembaga kemahasiswaan tidak datang berbicara langsung dengan rektor, lembaga kemahasiswaan tidak memahami yang sebenarnya. Coba kalian datang untuk kita diskusikan ini pasti saya temui, karena saya tidak pernah menutup diri kepada mahasiswa,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...