Lagi Sakau, Pria Paranoid Datangi Kantor Polisi Ternyata Bawa Sabu Jaringan Lapas

341
Kapolres Kendari didampingi Kasat Narkoba Polres Kendari saat menggelar konferensi pers. (Onno/Inilahsultra)

Kendari, Inilahsutra.com – Lagi sakau, seorang pria bernama Muhammad Nasir alias Nasir (31) membawa 76 paket narkoba jenis sabu-sabu siap edar, mendatangi kantor polisi karena merasa dikejar-kejar oleh petugas kepolisian berpakaian preman.

Polisi merasa curiga dengan gerak geriknya. Pria asal Lorong Mekar, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari itu langsung diperiksa dan digeledah isi tas yang dibawanya.

- Advertisement -

Hasilnya, polisi menemukan sabu-sabu sebanyak 76 sachet yang sudah dikemas dalam plastik bening kecil dan dua sachet plastik bening besar.

Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi mengatakan, paket sabu yang sudah dibungkus dalam plastik bening itu sudah siap edar. Dari pengakuan tersangka barang haram tersebut diperoleh dari Lapas Kendari.

“Dalam keadaan sakau tersangka ini mendatangi kantor polisi. Tersangka ini merupakan pengedar dan residivis kasus narkoba,” terang Jemi Junaidi dalam konferensi persnya di ruang Satresnarkoba Polres Kendari, Senin 23 September 2109.

Perwira dengan dua melati di pundak ini melanjutkan, dari tangan tersangka barang bukti yang diamankan 76 paket sachet sabu, dua sachet bening besar yang berisikan sabu, 2 badik, 1 handphone warna hitam, 1 buah alat isap, 1 buah tas, 2 ball sachet plastic kecil.

Selain itu, 3 bungkus plastic bening kosong, 1 buah timbangan digital, 1 kantong plastic hitam, 1 buat tempat tusuk telinga, 3 sendok shabu, 2 buah pireks, 7 potong pipet, 1 buah penutup bong, 4 korek api gas, 1 buah korek api gas dengan sumbunya.

“Tersangka mendatangi Polsek Kandai karena merasa dikejar-kejar oleh petugas kepolisian berpakaian preman, tersangka diamankan, Kamis 19 September 2019 sekitar pukul 14.00 WITa,” ujarnya.

Nasir mengaku, sabu-sabu diperoleh dari narapidana (napi) narkoba yang ada di Lapas Kendari bernama Arif.

“Saya baru kali ini bang,” singkat Nasir.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun minimal 6 tahun penjara.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...