Raim Laode : Komika yang Jago Komposisi Musik dan Bernyanyi

267
Raim Laode saat tampil menyanyi di salah satu cafe. (Frans for Inilahsultra.com)

Kendari, Inilahsultra.com – Nama Raim Laode tentu tidak asing lagi di bidang stand-up comedy (komedian tunggal).

Seusai menjadi salah satu dari empat finalis di Stand Up Comedy Academy (SUCA) Season 2, namanya justru melambung dengan membintangi beberapa program televisi. Misal, Kotawa WIT Net.TV, Nonkrong di Warung Kopi, Di Sebelah Ada Surga, dan film Cek Toko Sebelah, Suami untuk Mak, Flight 555, The Teacher dan Pohon Terkenal.

- Advertisement -

Urusan komedi tunggal, boleh dibilang Raim sudah khatam, namun belum banyak yang benar-benar menyadari jika komika ini punya talenta lain di bidang olah suara dan menciptakan lagu.

Tidak ada yang benar-benar menyadari talenta lainnya itu, sampai Raim Laode benar-benar memperlihatkannya kepada publik Indonesia melalui laman Youtube resminya. Porto folio talenta bernyanyi Raim Laode untuk pertama kalinya diluncurkan kepada publik pada 6 Oktober 2018 berupa audio dalam format statis video, yang langsung mendulang penikmat sebanyak 488 ribu lebih dengan respon sebanyak 10 ribu.

                       

Walau sesungguhnya kemunculan suara renyah Raim Laode bukan yang pertama kali, dalam bentuk lagu utuh untuk kepentingan testing, Raim Laode sudah pernah menghiasi laman Youtube resminya dengan lagu Buat yang Ulang Tahun pada 2016. Namun dalam bentuk garapan serius video musik, justru baru dirilis Raim Laode untuk komposisi lagu Suasana Rumah.

Lagu Cemburu diluncurkan pertama kali dalam bentuk audio pada 6 Oktober 2018, disusul lagu Suasana Rumah yang diluncurkan pertama kali dalam bentuk video musik pada 12 April 2019 dengan penonton sebanyak 797.407 dan respon publik sebanyak 28 ribu.

Dibanding kemunculan lagu Cemburu
yang pertama kali hanya berupa audio pada platform Youtube, lagu Suasana Rumah digarap serius dengan video musik berdurasi 04:21 menit.

Baca Juga :  Aktivitas Tambang, Banjir Serta Gaya Pembela yang Tidak Pernah Ditinggalkan Ali Mazi

Lagu Cemburu sendiri baru dirilis video musiknya pada 20 Juli 2019, sembilan bulan kemudian. Dalam bentuk video musik berdurasi 04:38 menit, lagu Cemburu ditonton 429.807 kali dengan respon sebanyak 14 ribu. Setelah dua lagunya yang pertama, lagu Salah menyusul kemudian dengan kemasan yang lebih serius.

Raim Laode saat tampil menyanyi di salah satu cafe. (Frans for Inilahsultra.com)

Kesuksesan video musik lagu Salah langsung terlihat setelah satu jam diunggah dengan capaian penonton sebanyak 6 ribu. Sampai Minggu 22 September 2019 (dua hari setelah video klipnya dirilis) lagu Salah telah ditonton 27.597 kali dengan respon sebanyak 2,8 ribu penggemar.

Video musik lagu Salah malah menduduki posisi teratas di daftar pencarian Google dan aplikasi (android) Spotify.

Pencapaian Raim Laode dengan tiga lagu besutan ini memang fenomenal, mengingat langkah pertamanya serius sebagai musisi belum lama berselang setelah kehadiran perdananya di dunia komedian.

Tetapi, menurut Raim sendiri, ia justru lebih akrab dengan dunia tarik suara dan penciptaan lagu jauh sebelum dia menekuni dunia panggung komedi.

Sejak SMA, Raim telah menciptakan banyak lagu yang dia endapkan dan kini masih tersimpan menunggu untuk diaransemen ulang sebagaimana tiga lagu rilis perdananya ini.

Dibanding dua video musik sebelumnya, video musik lagu Salah digarap dengan sangat serius. Menggandeng dua rumah produksi jempolan sekaligus; Ambataro dan Teman Kecil Production, yang
berkolaborasi menjadikan video musik ini enak ditonton.

 

Salah diproduksi dengan menggunakan setting lokasi yang eksotis dan olah kamera serta digital editing yang tak main-main. Selain komposisi musik dan suara renyah Raim Laode, kenyamanan dan eksotisme tiga kampung Bajo di kabupaten Konawe, BajoLeppe, Bajo Mekar, dan Bajo Indah, dijadikan setting dan menjadikan keuntungan ganda dalam video ini, yakni kepariwisataan.

Baca Juga :  Erwin Usman, Mantan Parlemen Jalanan Menatap Senayan

Video musik lagu Salah berdurasi 6 menit dengan komposisi gambar yang baik untuk memberi penggambaran utuh pada lirik lagunya. Tim produksi bekerja sistematis untuk memastikan bahwa baik komposisi musik, gestur artistik, lirik lagu, kesan panoramik, dan pesan kuat dalam lirik lgu Salah, dapat disampaikan melalui video berdurasi singkat itu. Hasilnya pun benar-benar sesuai espektasi.

Pada gala screening yang dihelat pada 20 September 2019 di Zigcler Coffee, sambutan penonton yang sengaja diundang terbatas sungguh luar biasa. Mendengar lagu Salah dalam format video musik, sepintas lalu seperti theme song sebuah film Indonesia yang sengaja dipotong kemudian dipublis untuk menonjolkan lagunya.

Namun tidak demikian. Video musik lagu Salah ini sengaja diformat dalam sebuah alur cerita berdasarkan ekstraksi lirik utuhnya. Proses adaptasi macam ini sesungguhnya bukan konsep baru dalam dunia musik, sebab sebelumnya konsep ini sudah pernah dilihat di beberapa konsep video musik mancanegara. Di atas kertas konsep video musik seperti ini tampak mudah dieksekusi, namun sesungguhnya secara teknik, pola ini rumit dan tidak seperti yang dibayangkan—khususnya menyangkut durasi.

Untuk mematangkan konsep dan tekniknya saja, dua rumah produksi harus berkali-kali melakukan rapat dengan teknisi tim produksi yang juga melibatkan pihak manajemen Raim Laode. Kematangan konsep dan teknik eksekusi itulah yang kemudian melahirkan video musik sekeren itu.

Penikmat lagu dalam video musik itu seolah diberi kesempatan menikmati sebuah cerita yang dihadirkan sesuai teknik film pendek. Sebaliknya, penikmat film pendek seperti diberi kesempatan yang sama untuk menikmati lagu yang dikomposisi dengan baik.

Sudut pengambilan gambar, rundown storyboard yang disiplin dan editing video sangat menentukan bagaimana alur cerita dalam kemasan video musik itu dapat berpadu dengan sempurna.

Baca Juga :  Masjid Al Alam Sudah "Telan" Uang Daerah Rp 240 Miliar

Menurut Makmur Rantas (selaku sutradara, editor, dan grafis), kesulitan besar dalam penggarapan video musik ini terletak pada proses estraksi lirik dan konsep gubahannya menjadi sebuah alur cerita yang harus konsisten dijaga ketika proses pengambilan gambarnya. Diakui Makmur, beberapa kali pengulangan pengambilan gambar harus dilakukan untuk menjamin konsistensi tersebut. Namun upaya keras tim produksi tidak sia-sia dengan kehadiran video musik yang mendapat respon positif dari para pendengar dan penikmatnya.

Diskusi intens antara tim produksi dan pihak manejemen pun tidak berhenti selepas paskaproduksi. Lini desain produksi, Fauzan Akbar, selalu berkonsultasi dengan manajemen Raim Laode mengenai waktu yang tepat untuk endors dan spoiller tersampaikan kepada publik yang memang sudah menunggu-nunggu kehadiran video musik terbaru Raim Laode. Video musik lagu Salah sudah dirilis ke publik.

Para penikmat lagu dan penggemar Raim Laode bisa bebas menikmatinya melalui laman Youtube resminya. Respon penonton yang sedemikian besar juga dapat menjadi ukuran bagi major record untuk menggaet Raim Laode sebagai prospek baru industri musik tanah air. (*)

Oleh : Ilham Q Moehiddin

Penulis adalah pegiat literasi dan penikmat seni, musik serta fotografi.

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
loading...