UKT Mahasiswa Tinggi, Rektor : Saya Tidak Paksa Kalian Kuliah di UHO

1678
 

Kendari, Inilahsultra.com – Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Muh Zamrun Firihu menegaskan tidak ada paksaan bagi mahasiswa mendaftar untuk masuk kuliah serta membayar uang kuliah tunggal (UKT) yang berlaku di kampus terbesar di Sulawesi Tenggara (Sultra) tersebut.

“Saya tidak paksa kalian untuk bayar, saya tidak pernah paksa kalian untuk kuliah di UHO. Kita sudah berikan beasiswa bidikmisi dan sebagainya, kalian butuh apalagi,” jelas Muh Zamrun Firihu di hadapan ribuan massa aksi yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Halu Oleo (KBM-UHO) di Gedung Rektorat, Senin 23 September 2019.

- Advertisement -

Menurut Zamrun, permasalahan uang pangkal di UHO ada aturannya. Ia bilang, bisa tidak menerapkan uang pangkal untuk mahasiswa, tapi untuk program studi kedokteran akan diprioritaskan peserta dari luar.

“Kalau kalian mau itu, untuk program studi favorit 90 persen kita ambil dari luar. Jelaskan,” tegas Zamrun.

Persoalan demo dengan beberapa tuntutan mahasiswa, lanjut Zamrun, ini hanya persoalan salah paham dan mahasiswa tidak memahami apa yang menjadi mekanisme dan aturan di UHO.

“Kalau kalian kalian datang untuk menemui saya dengan mempertanyakan tuntutan kalian, pasti tidak begini jadinya. Saya itu sangat terbuka dan tidak pernah menutup diri dengan mahasiswa,” tutupnya,” ungkapnya.

Merasa tidak puas setelah mendengar pernyataan rektor, massa aksi langsung melemparkan pertanyaan kepada orang nomor satu di UHO, untuk mencabut Surat Keputusan Rektor Universitas Halu Oleo Nomor : 2404/UN29/SK/KU/2019 tentang Tarif Layanan, Badan Layanan Umum UHO yang terindikasi tidak mempertimbangkan keadilan dan kepatuhan.

“Sebagai orang nomor satu dalam mengambil kebijakan dan keputusan di UHO, kami minta ayahanda kami pak Rektor untuk mencabut SK tarif layanan umum,” tanya Maco dihadapan Rektor UHO Muh Zamrun Firihu.

Usai dilemparkan pertnyaan, Zamrun menjawab, saat ini tarif layanan umum di UHO telah ditunda untuk diberlakukan melalui Surat Keputusan Rektor nomor : B/3905/UN29/SK/KU/2019 tentang penundan pemberlakuan keputusan rektor UHO nomor : 2404/UN29/SK/KU/2019 tentang Tarif Layanan.

“Kita sudah mengeluarkan SK penundaan, jadi saat ini belum diberlakukan, untuk kepastiannya ini diberlakukan atau tidak akan dipastikan besok, Selasa 24 September 2019,” jelasnya.

Untuk diketahui, demonstrasi Keluarga Besar Mahasiswa UHO di Gedung Rektorat UHO berlangsung ricuh saling lempar batu dan kayu antara pihak keamanan dan massa aksi, sehingga kaca pintu dan jendela rektorat pecah.

Ada lima tuntutan mahasiswa kepada Rektor UHO.

Pertama, tolak dan cabut Surat Keputusan Rektor Universitas Halu Oleo Nomor : 2404/UN29/SK/KU/2019 tentang Tarif Layanan, Badan Layanan Umum UHO yang terindikasi tidak mempertimbangkan keadilan dan kepatuhan.

Kedua, Menolak penerapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilai tidak sesuai dengan aturan dan peruntukannya di Universitas Halu Oleo.

Ketiga, Rektor UHO harus mengevaluasi pengelolaan uang pangkal mahasiswa.

Keempat, harus adanya transparansi anggaran lembaga kemahasiswaan dalam satu periode kepengurusan.

Terakhir kelima, harus adanya transparansi anggaran pertanggungjawaban biaya operasional di UHO.

Penulis : Harkila dan Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Komentar
loading...