Wawancara Rajiun, Rusman : Saya Bersikap Profesional sebagai Kader Partai

624
LM Rusman Emba. (Foto Anoatimes)

Kendari, Inilahsultra.com – Proses wawancara bakal calon kepala yang mendaftar di Partai Demokrasi Indonesia (PDI Perjuangan) Sultra terus bergulir.

Pada Sabtu 21 September kemarin, giliran balon Bupati Muna turut menjalani fit and propertest.

- Advertisement -

Ada tiga balon bupati dan satu balon wakil bupati yang menjalani uji kepatutan. Dua diantaranya yang tengah berseteru yakni LM Rusman Emba selaku Bupati Muna inkumbent dan LM Rajiun Tumada yang juga Bupati Muna Barat.

Uniknya, dalam wawancara ini Rusman Emba turut mewawancarai Rajiun. Tentu, kapasitas Rusman dalam wawancara tersebut adalah Ketua Bappilu PDI Perjuangan Sultra sekaligus ketua Desk Pilkada PDI Perjuangan Sultra.

                       

Posisi Rusman mewawancarai Rajiun mendapatkan sorotan dari internal PDIP Sultra sendiri. Sebab, mana mungkin calon mewawancarai rival politiknya.

Terhadap berbagai sorotan itu, Rusman memberikan penjelasan saat bincang-bincang dengan Inilahsultra.com, Senin 23 September 2019.

Rusman bilang, sebelum proses pendaftaran di tingkat DPC, dirinya sudah diberikan mandat oleh partai sebagai Ketua Bappilu DPD PDI Perjuangan Sultra.

Kemudian, lanjut Rusman, posisinya sebagai Ketua Desk Pilkada, tidak datang begitu saja.

“Saya ditunjuk dalam rapat pengurus. Jadi, posisi saya saat wawancara kemarin murni sebagai kader yang ditugaskan oleh partai,” kata Rusman Emba.

Mantan anggota DPD RI ini melanjutkan, tim yang tergabung dalam desk pilkada yang ditugaskan mewawancarai balon ada tujuh orang. Hanya saja, pada saat balon Bupati Muna mendapat giliran, dua orang tidak hadir.

“Jadi hanya lima orang yang mewawancarai,” jelasnya.

Pada saat Rajiun menjadi balon yang mendapat giliran wawancara, semua tim memberikan pertanyaan, tidak terkecuali dirinya.

Baca Juga :  Demo Ricuh, Puluhan Ormas Minta Kapolres dan Kasatpol PP Dicopot

Kepada Rajiun, Rusman mengaku hanya menanyakan soal komitmen politik Rajiun terhadap partai berlambang banteng ini.

“Saya hanya tanyakan seputaran itu, tidak lebih,” ujarnya.

Rusman menyebut, dirinya tampak tidak etis bila mengejar lebih jauh seperti apa strategi politik calon rivalnya itu. Perlakuan yang sama juga diberikan kepada balon lain, AKBP (Purn) Abdul Azis La Unu.

“Saya juga punya etika memberikan pertanyaan. Tidak mungkin saya tanyakan lebih jauh soal gimana strategi mereka, partai apa saja yang mereka bidik. Saya hanya tanya soal komitmen dengan PDI. Itu saja,” tekannya.

Ia menyebut, bila dirinya mengedepankan ambisi dan ego dalam mewawancarai Rajiun, banyak hal yang akan dikejarnya salah satunya soal komitmen membesarkan PDI Perjuangan di Muna Barat.

Berkaca dari Pilkada Mubar 2017 lalu, Rajiun pernah berkomitmen akan membesarkan partai besutan Megawati Soekarno Putri itu. Namun faktanya, posisi PDI Perjuangan seperti terabaikan. Hal ini, kata dia pernah diungkap oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Mubar.

Bila pertimbangannya adalah banyak partai yang mengusung saat pilkada, bukan hanya PDI, seharusnya Rajiun tidak menjalankan satu partai saja.

“Harusnya dia berposisi sebagai pembina partai politik di daerahnya,” ujarnya.

Komitmen lain yang menjadi pertanyaan sebagian besar kader PDI Perjuangan adalah soal rekomendasi partai pada Pilkada lalu di Mubar tidak berlaku hanya untuk kendaraan politik semata.

PDI Perjuangan mendukung Rajiun agar bisa menuntaskan masa jabatannya lima tahun. Namun faktanya, baru dua tahun menjabat di Mubar, sudah mau pindah ke Muna.

“Bukannya saya persoalkan dia maju di Muna. Silakan saja datang. Tapi, ini soal menjaga komitmen partai, tidak lebih dari itu,” urainya.

Terhadap pandangan liar yang beranggapan bahwa Rusman boleh mewawancarai dirinya sendiri, ia pun menganggapnya hal yang muskil.

Baca Juga :  36 Anggota DPRD se-Sultra asal PKB Ikuti Sekolah Legislator

Sebab, posisi dia sebagai kader yang juga ketua desk pilkada dengan statusnya sebagai balon bupati, harus dipisahkan.

“Tidak mungkin saya wawancara diri sendiri. Pasti ada tim desk pilkada lain yang akan wawancara saya,” urainya.

Ia berharap, riuh publik yang terjadi selama fit hanya kesalahpahaman saja melihat mekanisme internal partai.

Ia pun mengajak agar semua pihak menghargai proses di internal PDI Perjuangan.

“Kan tidak elok kalau orang lain membicarakan rumah tangga orang. Ikuti saja prosesnya dan wawancara kemarin kan berlangsung profesional. Mengenai program dan strategi, tim desk pilkada lain yang akan tanyakan,” pungkasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
loading...