PP Pemuda Muhammadiyah Minta Kapolri Tindak Tegas Pelaku Penembakan Mahasiswa di Kendari

1649
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Haedar Nashir.

Kendari, Inilahsultra.com – Pimpinam Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah minta Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) pimpin langsung investigasi penembakan terhadap mahasiswa di Kendari saat melakukan demo di Gedung DPRD Sultra, Kamis 26 September 2019.

“Kami meminta Kapolri memimpin langsung proses investigasi serta menindak secara tegas oknum kepolisian yang bersikap represif,” tegas Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah
Haedar Nashir dalam rilisnya.

- Advertisement -

Haedar mencermati penangan peserta aksi oleh Kepolisian Republik Indonesia sudah mengarah pada tindakan brutalitas dengan melakukan penembakan dengan menggunakan peluru tajam telah menelan korban jiwa dari Mahasiswa Fakultas Perikanan, Universitas Halu Oleo (UHO).

Tindakan brutal aparat kepolisian terhadap mahasiswa, ia mengungkapkan,
sangat bertentangan dengan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolsian RI dan Perkapolri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pengendalian Massa.

“Karena itu, kami Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, pertama-pertama turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya saudara Randi. Kami menilai cara-cara brutal kepolisian tidak akan bisa meredam aksi, justru dapat memicu gelombang aksi yang lebih besar lagi, dan kepolisian harusnya belajar dari sejarah,” jelasnya.

Kata dia, penembakan terhadap Saudara Randi akan dilaporkan ke KOMNAS HAM dan ke Mabes Polri agar diusut tuntas.

“Untuk sementara ini telah menemukan ada pelanggaran prosedur penanganan aksi dan pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) dalam peristiwa ini,” tegasnya.

Agar situasi ini tidak semakin melebar, tutur dia, sebaiknya Presiden Republik Indonesia mengeluarkan perpu pembatalan Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU-KPK).

“Saya pikir itu jalan tengah yang paling mungkin diambil oleh Pak Presiden,” jelasnya.

“Sekarang saya sedang berada di Kendari dan akan memimpin langsung proses pemakaman almarhum Randi. Untuk di ketahui Saudara Randi merupakan Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah,” tutupnya.

Untuk diketahui, mahasiswa melakukan demo penolakan RUU-KPK dan RUU-KUHP di gedung DPRD Sultra yang menimbulkan bentrok mahasiswa dan kepolisian, sehingga berunjung dengan kematian Randi mahasiswa UHO yang tertembak di dada.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...