Laporan Ali Mazi ke Pangdam soal Unjuk Rasa Berdarah di Sultra

643
Ali Mazi

Kendari, Inilahsultra.com – Pangdam XIV Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI Surawahadi hadir dalam silahturahmi bersama Forkopimda Sultra, Jumat 27 September 2019 di Markas Korem 143 Haluoleo.

Kedatangan pentingi TNI itu berselang sehari setelah insiden unjuk rasa berdarah di Kota Kendari, Kamis 26 September 2019. Kapolda Sultra, Brigjen Irianto dan  sejumlah perwakilan organisasi mahasiswa Kota Kendari juga tampak hadir dalam pertemuan tersebut.

- Advertisement -

Membuka audiensi Gubernur Sultra,  Ali Mazi sempat pula menyinggung demo berujung rusuh di Kantor DPRD Sultra. Laporan tersebut disampaikan secara singkat oleh politikus NasDem tersebut.

Di hadapan Pangdam, Ali Mazi menyebut insiden unjuk rasa berdarah di Kota Lulo sebagai hal lumrah dalam proses penyampaian aspirasi.

“Kemarin ada sedikit. Ya Biasalah. Ada aspirasi masyarakat. Saya minta maaf ada peristiwa kemarin,” ujar Ali Mazi pada Pangdam.

Sebagaimana diberitakan, aksi unjuk rasa kemarin menelan korban. Dua nyawa mahasiswa UHO, Randi dan Muh Yusuf Kardawi tewas dalam kejadian tersebut.

Terkait hal itu, Ali Mazi mengklaim tak lepas tangan.

“Ada korban mahasiswa tapi sudah saya temui keluarganya. Bahwa kejadian ini bukan disengaja. Saya sudah ajukan permintaan maaf. Kita tidak duga. Semoga ke depan jangan lagi terjadi,” ulas Ali Mazi.

Pada jenderal bintang dua tersebut, dirinya melaporkan sempat menemui keluarga salah seorang demonstran kritis di Rumah Sakit Bahteramas sebelum korban dinyatakan meninggal dunia akibat retak di bagian kepala.

Unjuk rasa berujung bentrok antara polisi dan mahasiswa disebut Ali Mazi salah satunya lantaran komunikasi yang tak  begitu baik antara pemerintah dan mahasiswa.

“Kalau ada sumbatan kalau bisa dilepas. Salah saya belum undang mahasiswa untuk silahturahmi di Rujab. Setelah ini akan saya undang di Rujab dalam rangka silahturahmi. Kangen-kangenanlah,” ucap Ali Mazi panjang lebar.

Usai memaparkam kondisi singkat Sultra pascabetrok berdarah, Ali Mazi banyak mengulas tender besar dan proyek mercusuar yang yang tengah berjalan di Sultra. Diantaranya terkait proyek jalan Kendari Toronipa, Rumah Sakit Jantung, Program Beasiswa bagi mahasiswa  yang menjadi program prioritas AMAN.

Tak disangka, tak lama Ali Mazi menyampaikan sambutan atas kedatangan Pangdam XI Hasanuddin, puluhan mahasiswa kompak meninggalkan ruang pertemuan. Belum diketahui pasti alasan bubarnya mahasiswa berjas kuning pada ajang silahturahmi antara Pangdam XIV Hasanuddin dan Gubernur Sultra di Markas Korem 143 Haluoleo.

Penulis : Siti Marlina

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...