DPP Pemuda Muhammadiyah Berharap Kasus Tewasnya Randy dan Yusuf Dituntaskan Secepatnya

788
Sekjen DPP Pemuda Muhammadiyah, Zulvikar Ahmad Taula berbincang dengan kedua orang tua Randy beserta saudaranya, Minggu 29 September 2019.

Raha, Inilahsultra.com-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Muhammadiyah berharap sebelum pelantikan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, kasus tewasnya dua mahasiswa UHO segeran dituntaskan.

Seperti diketahui, Randy salah satu kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kendari tewas tertembak di dada saat unjuk rasa di DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), menolak RKUHP dan revisi UU KPK.

- Advertisement -

Begitu pun dengan Muh Yusuf Karnawi tak bisa diselamatkan nyawanya meski sudah mendapat perawatan di RS Bahteramas, karena luka parah di bagian kepala.

Sekjen DPP Pemuda Muhammadiyah, Zulvikar Ahmad Taula bersama rombongan dari DPW Sultra serta Pemuda Muhammadiyah Muna, saat melakukan kunjungan di rumah duka Almarhum Randy di Desa Lakarinta Kecamatan Lohia Kabupaten Muna, Minggu 29 September 2019 mengatakan, bahwa Pemuda Muhammadiyah bersama seluruh komponen angkatan mudah muhammadiyah, IMM, IPM, Nasyiatul Aisyiyah bahu membahu meyakinkan keluarga supaya ada kepastian hukum.

“Kita yakinkan keluarga Randy, kalau almarhum dibawa di rumah sakit dan sudah dilakukan visum dan otopsi. Karena visum dan otopsi ini langkah yang maju untuk mengungkap pelaku penembakan IMMawan Randy,” tegasnya.

Zulvikar menyampaikan, pada saat bertemu dengan kedua orang tua almarhum, pihaknya memberikan penguatakan jika Pemuda Muhammadiyah akan terus mengawal kasus penembakan dan mengadvokasi.

“Randy merupakan kader IMM. Kita akan mengawal dan mengadvokasi langsung, berharap satu dua hari ini surat kuasa pendampingan hukumnya akan diserahkan pada kami. Sehingga dibicarakan insentif, maroton, serius, agar hal ini terungkap pelakunya,” ucapnya.

Zulvikar menerangkan, sebenarnya pihaknya telah memberikan deadline pengungkapan pelaku penembakan Randy harus selesai sebelum 20 Oktober 2019. Sebab 20 Oktober ini merupakan jadwal pelantikan presiden Joko Widodo.

“Sebelum pelantikan Presiden Joko Widodo kasus penembakan Almarhum Randy harus sudah selesai dan diadili pelakunya. Sebab rasa keadilan bukan hanya keluarga korban tetapi seluruh anak bangsa di Indonesia,” tegasnya.

Menurut Zulvikar, demokrasi dan unjuk rasa merupakan ekspresi dari sebuah proses demokrasi, lazim dilakukan di negara manapun.

“Sekarang ini demokrasi sudah maju namun harus mampu dibarengi dengan kedewasaan aparat keamanan (Kepolisian) dalam mengawal aksi demokrasi. Semakin aparat reprensif maka yakin dan percaya kawan-kawan akan melawan, sehingga dengan kasus ini berharap diproses seterang terangya, secepatnya demi rasa keadilan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ayah Randy, La Sali yang juga sebagai Ketua Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Desa Lakarinta berharap, kasus yang menimpa anak satu-satunya laki-laki dari 5 bersaudara itu, agar diusut tuntas.

“Dicari siapa sebenarnya pelaku yang telah menghilangkan nyawa anakku. Kasian anakku norunsakanaumo ee (Sudah meninggalkanku). Semoga diusut tuntas dan dicari siapa pelakunya yang telah menembak dadanya hingga nyawanya tidak tertolong,” harap dia.

Reporter : Iman

Editor      : Aso

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...