Jenis Senpi Dipakai Polisi saat Kawal Aksi Hingga Meninggalnya Dua Mahasiswa

840
Bekas luka tembak yang dialami salah satu mahasiswa Halu Oleo Kendari, Oksa Putra Palulun.

Kendari, Inilahsultra com – Kasus penembakan terhadap mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) saat demo di Kantor DPRD Sultra, Kamis 26 September 2019 lalu, telah ditangani oleh tim investigasi Mabes Polri.

Setidaknya, ada enam polisi yang kini diperiksa karena membawa senjata api (senpi) saat mengawal aksi tersebut.

- Advertisement -

Karo Provost Div Propam Mabes Polri, Brigjen Pol Hendro Pandowo mengatakan, dari 13 polisi yang diperiksa kini tersisa enam orang. Satu berpangkat perwira dan lima berpangkat bintara. Perwira berinsial DK, lima Bintara berinsial GM, MI, MA H dan E

“Dari hasil pemeriksaan, keenam polisi ini melanggar standar operasional prosedur (SOP) karena membawa senjata saat mengawal aksi unjuk rasa. Jenis pistol genggam itu, jenis SNW, HS, MAG,” jelas Brigjen Pol Hendro Pandowo, saat ditemui di Polda Sultra, baru-baru ini.

                       

Kata Hendro Pandowo, sebelum aksi unjuk rasa, Kapolri Jenderal Tito Karnavian selalu menyampaikan dalam setiap pengarahan kepada pejabat utama Mabes Polri dan jajaran Kapolda dalam menangani aksi unjuk rasa diperintahkan untuk tidak membawa senpi. Arahan terakhir Kapolri itu pada 25 September 2019.

“Tanggal 26 September 2019, di Kendari ada aksi ujuk rasa dan dua korban meninggal dunia. Salah satunya korban dari hasil outopsi mengalami luka tembak,” ucapnya.

Pasca kejadian, Kapolri membentuk tim investigasi dengan melibatkan pucuk pimpinan strategis di tubuh Polri, diketuai lrwasum Polri melibatkan Kabareskrim, Kabaintelkam dan Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri.

“Mereka masih status terperiksa, selanjutnya dilakukan pemberkasan dan akan disidang. Semua masyarakat bisa melihat, kesalahan mereka seperti apa,” tutupnya.

Baca Juga :  Dugaan Pelecehan 15 Pegawai, Kepala Cabang Bank Sultra Kota Kendari Dinonjob

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...