Cerita Perantau Asal Sultra yang Rumahnya Terbakar di Wamena

800
Salah satu rumah milik warga asal Konsel Sulawesi Tenggara ludes terbakar usai kerusuhan di Wamena. (Istimewa)

Kendari, Inilahsultra.com – Salah satu perantau asal Sulawesi Tenggara (Sultra) Agus Hendratno (29) turut menjadi korban dalam konflik berdarah di Kabupaten Wamena Provinsi Papua.

Warga asal Desa Sabulakoa Kabupaten Konawe Selatan ini mengaku, saat kerusuhan pada 23 September 2019, ia sementara berada di Bandara Sentani Jayapura.

- Advertisement -

Kebetulan ia baru saja pulang liburan di kampung halamannya di Konsel.

Namun, saat tiba di Bandara Sentani, ia mendapat kabar bahwa Kota Wamena tangah terjadi kerusuhan.

                       

“Rumah-rumah sudah dibakar katanya,” kata Agus saat dihubungi, Minggu 6 Oktober 2019.

Karena sudah rusuh, pihak Bandara Sentani tidak mengeluarkan izin penerbangan menuju Wamena.

Terpaksa, ia bertahan dan menunggu informasi dari kerabatnya yang tengah berada di Kota Wamena.

“Oleh pihak Bandara Sentani, Bandara Wamena sudah tidak kelihatan. Pembakaran dimana-mana,” jelasnya.

Terakhir, ia akhirnya mendapat kabar dari kerabat di Wamena bahwa kediamannya di Jalan Hom Hom telah hangus terbakar.

Seluruh isi rumah yang dikontraknya itu telah hangus dibakar, termasuk satu unit motor dan dokumen berharga lainnya seperti ijazah.

“Semua sudah hangus terbakar. Tidak ada yang bisa diselamatkan,” ujarnya.

Di Wamena, lanjut dia, ia membuka kios. Sebelum itu, alumni Penjaskes-Rek FKIP Universitas Halu Oleo Kendari angkatan 2010 ini sempat mengajar di Lany Jaya Papua.

“Saya mengajar di SD. Tapi sekarang saya jaga kios saja,” bebernya.

Agus menyebut, ada tiga warga Konsel yang rumahnya hangus terbakar dalam kerusuhan itu. Beruntung, mereka selamat dari amukan massa.

“Alhamdulillah, mereka selamat. Untuk warga Sultra, tidak ada yang meninggal,” tuturnya.

Saat ini, Agus mengaku sementara berada di pengungsian Masjid Al Aqsa Sentani. Di situ, ada sekitar 20 warga Kabupaten Konawe Selatan yang meminta untuk segera dipulangkan di Sultra.

Baca Juga :  Jaksa Cari Cara “Penjarakan” Camat Kambu dan 7 Saksi Lainnya

“Kami harap Pemprov Sultra bisa bantu kami karena pakaian kita ini tinggal di badan saja,” tuturnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...