
Kendari, Inilahsultra.com – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari AKBP Jemi Junaidi dicopot dari jabatannya, Senin 7 Oktober 2019.
Pencopotan Jemi ini diduga ada hubungannya dengan meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Randi (21) dan Muhammad Yusuf Kardawi (19).
Berdasarkan surat telegram Kapolri dengan nomor ST/2657/X/KEP/2019, AKBP Jemi Junaidi dipindahkan ke Polda Kalimantan Tengah sebagai Kabagdakoers Biro SDM.
Sebagai gantinya, Kapolres Kendari dijabat oleh AKBP Didik Erfianto. Sebelumnya, Didik menjabat sebagai Kapolres Wakatobi.
Untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan oleh Didik, Kapolri menunjuk AKBP Anuardi menjabat Kapolres Wakatobi. Sebelumnya, Anuardi menjabat Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Sultra.
AKBP Jemi Junaidi menjabat Kapolres Kendari sejak Agustus 2017 lalu. Ia menggantikan AKBP Sigid Hariyadi.
Sebelum Jemi diganti, Brigjen Pol Iriyanto dicopot sebagai Kapolda Sultra selepas peristiwa meninggalnya dua mahasiswa UHO. Ia kemudian digantikan oleh Brigjen Pol Merdisyam.
Sebelumnya, demonstrasi mahasiswa di Kendari yang menolak revisi sejumlah undang-undang bermasalah berujung bentrok.
Dua mahasiswa UHO Kendari, Yusuf dan Randi meninggal dunia. Berdasarkan hasil autopsi dokter, Randi meninggal akibat luka tembakan dari dada kiri bawah ketiak tembus dada kanan.
Sedangkan Yusuf meninggal dunia dengan kepala dalam kondisi remuk. Oleh sebagian saksi, Yusuf diduga kena tembak di kepala hingga akhirnya meninggal dunia.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




