Meninggalnya Randi dan Yusuf Diduga Ada Pelanggaran HAM

107
Kepala Biro Dukungan Penegakan HAM Gatot Ristanto.

Kendari, Inilahsultra.com – Meninggalnya mahasiswa di Kendari, Randi (21) dan Muhammad Yusuf Kardawi (19) diduga terjadi pelanggaran HAM.

Meski demikian, dugaan itu akan disimpulkan bila Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengumpulkan informasi secara lengkap.

- Advertisement -

Kepala Biro Dukungan Penegakan HAM Gatot Ristanto menyatakan, penegakan hukum kasus meninggalnya Randi dan Yusuf berjalan.

Hal ini untuk memastikan peluru yang keluar dan kemudian menembus dada Randi berasal dari senjata aparat.

                       

“Tentunya bisa mengarah indikasi itu. Tapi saat ini kita masih menduga adanya pelanggaran HAM karena bukan hanya meninggal dunia saja tapi ada juga yang luka-luka,” kata Gatot ditemui di Kendari, Rabu 9 Oktober 2019.

Saat ini, Komnas HAM tengah turun di Kendari mengumpulkan informasi meninggalnya Yusuf dan Randi saat demonstrasi 26 September 2019 lalu.

Gatot sendiri merupakan ketua tim dalam investigasi Komnas HAM ini.

Sebelumnya, kata Gatot, pihaknya sudah berkomunikasi dengan mahasiswa, keluarga korban, pihak rumah sakit yang sempat menangani korban, forkompimda dan Kapolda Sultra.

Di Polda, lanjut dia, mereka mengumpulkan informasi soal keterlibatan polisi dalam pengamanan aksi hingga penggunaan senjata berpeluru tajam.

Berdasarkan keterangan polisi, kata Gatot, aparat dilarang membawa senjata api saat mengamankan demonstrasi.

Hanya saja, fakta di lapangan, ditemukan sejumlah selongsong peluru dan proyektil. Hal ini kemudian akan didalami Komnas HAM hingga ke Mabes Polri.

“Tim Komnas HAM menghimpun informasi terkait peristiwa ini,” jelasnya.

Ia menyebut, Komnas HAM hanya melihat aspek penegakan HAM-nya. Soal penegakan hukum, pihaknya juga sudah menanyakan ke Polda Sultra.

“Bahwa yang terperiksa (6 polisi) itu, belum menjadi tersangka karena masih menunggu uji balistik. Uji balistik ini untuk mencocokan apakah identik atau tidak dari senjata yang digunakan,” tuturnya.

Baca Juga :  Lakukan Monitoring dan Evaluasi di Mubar, KPK Pantau Sejumlah Proyek

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...