Alumni Usul Pendirian Monumen Demokrasi Mengenang Meninggalnya Randi dan Yusuf

200
Poster yang terpampang di acara doa bersama untuk Randi dan Yusuf di lokasi kerusuhan 26 September 2019.

Kendari, Inilahsultra.com – Ratusan alumni dan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo Kendari menggelar doa bersama dan bakar lilin di lokasi tertembaknya Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi di Jalan Abdullah Silondae, Kamis malam 10 Oktober 2019.

Beberapa alumni Fakultas Teknik UHO menggelar orasi perihal desakan pengusutan kasus meninggalnya Randi dan Yusuf.

- Advertisement -

Wawan setiawan alumni Teknik UHO angkatan 97 mengaku, peristiwa meninggalnya Randi dan Yusuf menjadi sejarah dalam perjalanan demokrasi di Sulawesi Tenggara.

Ia pun mendesak agar kepolisian serius dan secepatnya mengusut pelaku yang menyebabkan dua mahasiswa itu meninggal dunia.

“Penanganan kasus ini kami nilai sangat lamban, kami ingin pihak kepolisian selesaikan kasus ini segera,” katanya.

Ia menyebut, kasus ini harus segera dituntaskan agar mahasiswa tenang. Termasuk keluarga dan tidak terkecuali almarhum.

Saat ini, tim investigasi Mabes Polri telah menetapkan enam anggota polisi berstatus terperiksa. Namun bagi alumni teknik, terperiksa tidak lah cukup.

“Harus ada tersangka dan siapa pelaku yang menyebabkan Randi dan Yusuf meninggal dunia,” tekannya.

Selain mendesak pengusutan kasus, alumni juga meminta agar Pemprov Sultra bisa membangun tugu monumen demokrasi mengenang Randi dan Yusuf di area Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sultra.

“Kita akan coba koordinasi dengan pemprov Sultra dan meminta untuk merekomendasikan pembangunan monumen demokrasi di sini,” pungkasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...