Polisi Lamban, Tim Hukum Desak Jokowi Bentuk TGPF Meninggalnya Randi dan Yusuf

58
Tim kuasa hukum Randi dan Yusuf saat memberikan keterangan pers. (Pandi)

Kendari, Inilahsultra.com – Tim kuasa hukum Randi (21) dan Muhammad Yusuf Kardawi (19) menilai, polisi lamban menangani kasus meninggalnya dua mahasiswa dalam bentrokan 26 September 2019 lalu.

Kuasa hukum korban Sukhdar menyebut, sudah ada enam orang oknum anggota Polri yang berstatus terperiksa dengan dugaan pelanggaran etik yaitu membawa senjata api pada saat pengamanan di lokasi aksi unjuk rasa 26 September 2019.

- Advertisement -

Namun, belum ada gambaran seperti apa keterlibatan keenam polisi tersebut.

“Tim kuasa hukum mendesak Tim Mabes Polri agar segera memberikan gambaran apakah tindakan enam orang sebagai terperiksa dapat digolongkan dan punya hubungan yang kuat melakukan penembakan yang mengakibatkan hilangnya nyawa 2 orang mahasiswa yaitu Almarhum Muh Yusuf Kardawi dan Randi,” kata Sukhdar dalam konferensi persnya, Sabtu 12 Oktober 2019.

                       

Kasus ini, kata dia, sudah memasuki minggu ke 3, namun belum juga ada penjelasan dari polisi. Keenam polisi itu baru sebatas menghadapi proses sidang disiplin.

“Kami tim kuasa hukum korban mempertanyakan komitmen Polri dalam penuntasan perkara ini, karena terkesan enam orang anggota Polri yang terperiksa lebih dititikberatkan pada proses etik oleh Propam, sedangkan pada proses pro justitia terkait oknum 6 orang anggota Polri yang membawa senjata api di tempat unjuk rasa, belum mengerucut pada siapa pelaku penembakan,” katanya.

Karena ragu dan menilai polisi terkesan lamban, tim kuasa hukum meminta kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen untuk mengusut keterkaitan enam orang oknum anggota Polri yang saat ini diduga melanggar SOP dengan tewasnya 2 orang mahasiswa UHO.

Baca Juga :  Ayah Kandung di Kendari Dilapor ke Polisi karena Diduga Cabuli Dua Putrinya

“Tim kuasa hukum mengapresiasi seluruh teman-teman mahasiswa, seluruh elemen masyarakat, penggiat kemanusiaan dan lembaga-lembaga negera yang masih konsisten dan memperlihatkan komitmen pada pengusutan dan penuntasan perkara Almarhum Muh Yusuf Kardawi dan Randi seperti teman-teman mahasiswa yang hingga kini masih berada dan bertahan di depan Polda Sultra yang menunjukan solidaritas yang kuat dan sebagai bentuk protes atas lambatnya proses pengusutan dan penuntasan kasus Almarhum Muh Yusuf Kardawi dan Randi,” pungkasnya.

Saat ini, perkara meninggalnya Muh Yusuf Kardawi dan Randi penyelidikannya masih berjalan berdasarkan Laporan Polisi : LP/473/IX/2019/SPKT POLDA SULTRA tertanggal 27 September 2019 untuk korban Almarhum Muhammad Yusuf Kardawi.

Sementara laporan Polisi Nomor : LP/471/IX/2019/SPKT/POLDA SULTRA tertanggal 26 September 2019 untuk korban almarhum Randi.

“Yang dimana pada 10 Oktober 2019 kami telah menghadirkan 2 orang saksi tambahan yang pada pokoknya saksi-saksi tersebut merupakan teman korban yang bersama-sama berada di lokasi kejadian saat terjadinya tragedi berdarah yang melibatkan bentrok antara mahasiswa dengan anggota Polri pada 26 September 2019,” pungkasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
loading...