Lukman : Selain Tak Berkontribusi untuk PAD, Tambang Merusak Lingkungan

454
 

Kendari, Inilahsultra.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Lukman Abunawas mengungkapkan hasil dari sektor pertambangan tidak dinikmati semua masyarakat di Bumi Anoa.

“Dari 275 izin usaha pertambangan (IUP) di Sultra dan yang paling banyak di Konawe Utara (Konut) tidak seimbang dan berbanding terbalik dengan apa yang diharapkan masyarakat,” kata Lukman Abunawas saat menghadiri kegiatan Bank Indonesia Perwakilan Sultra di Hotel Claro, Kamis 17 Oktober 2019.

- Advertisement -

Lanjut mantan Bupati Konawe ini menjelaskan, penyebab hasil perekonomian dari sektor tambang tidak dinikmati semua masyarakat, karena komitmen para investor tambang dengan pemerintah daerah belum memberikan kontribusi.

“Kontribusi sektor tambang terhadap pendapatan asli daerah (PAD) belum maksimal, sementara tambang ini merupakan kekayaan alam kita,” jelasnya.

Ia melanjutkan, hasil tambang yang akan diekspor terdapat sekian ton, tapi untuk PAD belum diporsikan sekian berapa untuk provinsi dan kabupaten.

“Misalnya sekian ton kita ekspor. Berapa PAD untuk kabupaten dan berapa untuk provinsi. Seharusnya kita tahu karena tujuannya ini semata-semata untuk kesejahteraan masyarakat Sultra,” ungkapnya.

Sebenarnya, lanjut dia, hadirnya tambang akan membawa kesejahteraan perekonomian masyarakat. Namun faktanya, hanya dinikmati oleh pengusaha-pengusaha tambang sebagian dari luar Indonesia.

“Kita tidak benci pengusaha tambang. Tapi sebagian dari luar Indonesia. Kita jangan biarkan mereka ini menguras tanah kita yang seharusnya kita bisa kelola,” katanya.

Untuk itu, orang nomor dua di Sultra ini berharap, dengan adanya kajian undang-undang Minerba bisa memberikan kontribusi kepada daerah. Kemudian Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dapat mengimbangkan antara ekspor dan kontribusi kas untuk pemda setempat.

“Ini semua kebijakan ada di pusat pimpinan dan pemerintah pusat, dan mudah-mudahan ada kontribusi meningkatkan PAD dari sektor tambang untuk kesejahteraan maayaramat,” ungkapnya.

Lukman menyebut, yang paling menderita hadirnya tambang adalah para petani, para nelayan yang sangat terganggu dengan kerusakan-kerusakan lingkungan dan pencemaran lingkungan.

“Ini yang tidak seimbang dengan masyarakat kita saat ini. Bolehlah kita kelola sumber daya alam tapi jangan lupa lindungi alam kita,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...