Tak Memiliki IPAL, Rumah Sakit dan Sejumlah Perusahaan Terancam Disanksi

1096
Rapat pembahasan tentang sejumlah perusahaan yang tak memiliki IPAL. (harkila)
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Komisi III DPRD Kota Kendari menindaklanjuti laporan LAP2 SULTRA terkait dengan sejumlah perusahaan di Kota Kendari belum memiliki standar pembuangan limbah.

-Advertisements-

Hasil keputusan rapat DPRD Kota Kendari, Senin 21 Oktober 2019, sejumlah perusahan yang belum memiliki standar IPAL diantaranya, Hotel Horizon Kendari, PT Kumala Cemerlang Abadi (Wuling Motors), Bahkan RSUD Kota Kendari sempat di singgung belum memenuhi standar untuk pembuangan limbahnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari LM Rajab Jinik mengaku, pihaknya akan melakukan peninjauan dengan tujuan ingin mengetahui IPAL di RSUD dan perusahaan di Kota Kendari.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Kendari Asridah Mukaddim mengaku, pembuatan IPAL di RSUD Kota Kendari saat ini masih dalam tahapan pembuatan.

“Nanti hasilnya bisa dicek kembali,” tuturnya pada saat menyampaikan di forum rapat.

Kepala Seksi Persampahan dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kendari Ishak Bafadal menyatakan, IPAL sangat penting untuk meminimalisir bahaya kesehatan dan dampak lingkungan.

“Limbah B3 ada dua jenis yaitu padat dan cair, untuk limbah B3 padat wajib memiliki penyimpanan sementara, dan harus bekerjasama dengan pengangkut. Untuk limbah B3 cair, harus dikelola melalui penyaringan pembuangan air limbah, maka setiap rumah sakit bahkan perusahaan wajib punya tempat limbah,” tutur Ishak.

Ia menyebut, sanksi hukum bagi pihak yang tak memenuhi IPAL diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

“Perusahaan yang tidak melakukan pengelolaan air limbah dan menimbulkan pencemaran bisa dikenakan sanksi pidana berupa penjara serta denda,” ujarnya.

Penulis : Harkila

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...