Intimidasi Terhadap 9 Wartawan di Sultra Dinilai Mencederai Semangat Reformasi

621
Abdul Razak.

Raha, Inilahsultra.com-Tindakan intimidasi yang dilakukan oknum polisi terhadap 9 wartawan yang sementara melakukan tugas peliputan saat demonstran yang dilakukan mahasiswa UHO dinilai mencederai semangat reformasi.

Hal ini disampaikan oleh Pimpinan Bidang Hukum Pemuda Muhammadiyah Muna, Abdul Razak saat ditemui di salah satu warkop di Kota Raha, Kamis 24 Oktober 2019.

- Advertisement -

Abdul Razak meenyampaikan sangat menyesalkan adanya tindakan intimidasi terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas profesinya. Apalagi tindakan intimidasi itu dilakukan oleh oknum aparat.

“Jelas tindakan intimidasi merupakan pelanggaran atas UU Pers nomor 40 tahun 1999,” tegasnya.

Razak yang juga sebagai advokat menegaskan, tindakan tersebut juga mencederai semangat reformasi.

“Dimana kita ketahui bersama bahwa Pers adalah salah satu pilar demokrasi kita saat ini,” katanya.

“Kebebasan Pers sangat kita butuhkan sebagai penyuara kebenaran dan aspirasi masyarakat, untuk itu siapapun wajib menghormatinya,” ujarnya.

Atas tindakan oknum polisi yang tidak wajar dilakukan, pihaknya mendesak kepada Kepala Kepolisian Daerah Sultra untuk secara transparan dan adil dalam mnyelesaikan persoalan ini.

Serta wajib menindak tegas oknum-oknum tersebut sesuai aturan yang berlaku termasuk UU Pers.

“Kami pun mengingatkan Kapolda Sultra untuk tidak membuat noda hitam dalam perjalanan karirnya di Bumi Anoa Sultra. Tuntaskan setiap persoalan yang ada termasuk kasus tewasnya 2 mahasiswa UHO yang salah satunya kader kami, Randi,” ucap Razak.

Ia juga berharap, semangat para jurnalis dalam mengawal perjalanan bangsa ini agar tidak surut.

“Terus berjuang menyuarakan kebenaran apalagi itu adalah suara rakyat,” imbuhnya.

Reporter : Iman Supa

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...