
Kendari, Inilahsultra.com – Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir sudah 1 tahun tujuh bulan memimpin Kota Kendari tanpa wakil.
Politikus PKS itu resmi menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Kendari usai menerima nota surat tugas dari mantan Pj Gubernur Sultra Teguh Setyabudi, pada 2 Maret 2018 lalu di Aula Pola Kantor Gubernur Sultra.
Sulkarnain menjadi orang nomor satu di Kota Kendari setelah Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra (ADP) tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tersandung kasus korupsi.
Saat ini pemilihan wakil wali kota masih terganjal di Partai Keadilan Sejahtera (PKS), karena partai besutan Mohamad Sohibul Iman ini belum mengeluarkan satu dari tiga nama yang diusulkan DPW PKS ke DPP.
Sementara Partai Amanat Nasional (PAN) telah mengusulkan satu nama Siska Karina Imran sebagai calon wakil ke Wali Kota Kendari, sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga sudah memasukan satu nama Rahman Tawulo ke Wali Kota Kendari.
Wali Kota Kendari Sulkarnain saat diwawancara di kantor DPRD Kota Kendari, pada Selasa 22 Oktober 2019, mengatakan, proses pemilihan wakil wali kota masih menunggu usulan dari partai koalisi yang mempunyai hak mengajukan calon.
“Kita sudah usul tiga nama dari hasil tim kemarin. Tapi bolanya saat ini ada di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, kita menunggu saja,” kata Sulkarnain Kadir.
Belum adanya kepastian wakil ini, pasangan duet Adriatma Dwi Putra ini mengaku capek dalam menjalankan pemerintahan di Kota Kendari seorang diri.
“Capek juga harus bekerja sendiri. Makanya saya sering sampaikan ke DPP PKS ingin cepat-cepat proses wakil ini,” katanya.
Karena capek bekerja sendiri dalam menjalankan rode pemerintahan di Kota Kendari, Ketua DPD PKS Kota Kendari ini berencana akan ke Jakarta bertemu dengan pimpinan DPP PKS untuk menanyakan sampai dimana progres penetapan satu dari tiga nama yang telah diusulkan sebagai calon pendampingnya.
“Padahal kalau ada wakil, saya tidak perlu setiap saat harus melakukan memonitoring kegiatan SKPD dalam menjalankan sistem pelayanan pemerintahan di Kota Kendari,” jelasnya.
Meski tidak adanya wakil wali kota, Ketua DPRD Kota Kendari Subhan menilai sistem pemerintahan di Kota Kendari berjalan tidak normal.
“Namanya juga saat ini masih dalam keadaan tidak normal,” kata Subhan belum lama ini.
Meskipun tanpa wakil, Sulkarnain berharap, dalam pelaksanaan pelayanan pemerintahan saat ini bisa berjalan maksimal.
“Kita harap proses pemerintahan berjalan dengan baik. Inilah yang menjadi harapan kita semua, tutupnya.
Sementara anggota Komisi I DPRD Kota Kendari Abdul menyebut, wakil wali kota sangat penting untuk membantu wali kota dalam menjalankan roda pemerintahan.
Selain itu, lanjutnya, kehadiran wakil juga untuk mengatasi dan memastikan proses pelayanan di jajaran sekda, dinas, kecamatan dan kelurahan berjalan dengan baik.
“Kenapa harus ada wakil, karena untuk membantu, mendukung tugas-tugas wali kota dalam menjalankan roda pemerintahan,” kata Abdul Rasak di ruang kerjanya, Selasa 22 Oktober 2019.
Lanjut mantan Ketua DPRD Kota Kendari ini, untuk tingkat DPRD sudah siap termaksud partai-partai yang ada di dalam untuk melakukan proses pemilihan wakil wali kota sesuai dengan ketentuan undang-undang.
“Kalau sudah tiba di DPRD, kami di Komisi I siap mendorong dan memfasilitasi pemilihan sesuai dengan mekanisme dalam ketentuan undang-undang,” jelasnya.
Penulis : Haerun




