Kakak Beradik Kompak Kolaborasi Jadi Kurir Narkoba di Kendari

737
 

Kendari, Inilahsultra.com – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil meringkus dua kurir narkoba jenis sabu-sabu.

Dua kurir narkoba merupakan kakak beradik, kakak bernama Gunawan (23) dan sang adik bernama Kurniawan (21). Mereka berperan sebagai kurir dan juga pengedar narkoba di wilayah Kota Kendari.

- Advertisement -

Dalam press releasenya, Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam mengatakan, pengungkapan kasus ini hasil koordinasi Tim Operasional Subdit I Ditresnarkoba Polda Sultra bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) berdasarkan informasi dari masyarakat.

“Kurniawan (sang adik) ditangkap saat sedang menandatangani penerimaan paket dari perwakilan PT Putri Unaaha Utama, di Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga Kota Kendari,” ucap pengganti Brigjen Pol Iriyanto ini, Selasa 29 Oktober 2019.

Jenderal Bintang Satu ini melanjutkan, setelah sang adik diamankan, kiriman paket langsung diperiksa petugas. Ternyata dalam dos tersebut ditemukan dua (2) sachet diduga berisi sabu dengan berat 1,020 Kilogram.

Lalu dilakukan pengembangan, Merdisyam menyebut, pihaknya berhasil menangkap Gunawan (sang kakak). Keduanya bekerja sama mengambil kiriman paket sabu. Ini jaringan antar provinsi, dari Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) ke Kendari.

“Barang haram ini dikirim dengan menggunakan jasa pengiriman barang menggunakan mobil antar provinsi. Pengendalinya diduga dari narapidana, saat ini masih dalam proses pengembangan,” sambungnya.

Selain sabu, barang bukti non narkotika yang ikut diamankan yakni 1 buah dos bertuliskan TO Hj. Hasma, uang tunai Rp 30 ribu dan uang tunai Rp 1.738 ribu diduga hasil penjual sabu, 1 unit hanphone , buku tabungan serta bukti slip pembayaran transferan.

Dari pengakuan Gunawan, dirinya dikendalikan dari seorang napi di Lapas Kolaka dan tidak pernah bertemu dengan pengendali, dan tidak mengenal dengan napi tersebut.

“Saya kenal dari teman dikasih nomor whatsApp napi itu dan berkomunikasi hanya lewat telepon,” akunya.

Gunawan juga menyebut, uang dari bisnis haram itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Upah yang diperoleh tergantung pengiriman, kalau kiriman sabu 1,020 kilogram dijanjikan upah Rp15 juta.

“Saya dan adik saya tidak menggunakan narkoba, saya baru 1 tahun terlibat bisnis haram. Kalau adik saya baru pertama kali mengambil barang, saya yang suruh. Biasanya uangnya itu beli pakaian dan barang barang lainnya,” ungkapnya.

Atas perbutannya kedua tersangka disangkakan pasal 132 Ayat (1) Junto pasal 114 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana hukuman mati atau seumur hidup, paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Reporter : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...