Pimpinan DPRD Dorong APBD Sultra Dievaluasi

517
 

Kendari, Inilahsultra.com – Wakil Ketua DPRD Sultra Muhammad Endang SA mendorong agar APBD Sultra 2020 untuk dievaluasi kembali oleh Menteri Dalam Negeri.

Endang mengaku, Mendagri Tito Karnavian telah memerintahkan kepada jajarannya untuk melakukan evaluasi terhadap APBD provinsi seluruh Indonesia.

- Advertisement -

“Mendagri mengatakan, ingin memastikan APBD fokus pada kesejarahan masyarakat, tepat sasaran, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan dan urgen kebutuhan masyarakat. Sebagai wakil ketua DPRD, mendukung sikap yang diambil Mendagri untuk mengevaluasi APBD Sultra baik yang sudah berjalan maupun yang sudah ditetapkan,” kata Endang di gedung DPRD Sultra, Selasa 29 Oktober 2019.

Khusus APBD Sultra 2020, Endang memandang perlu dilakukan evaluasi karena banyaknya postur APBD yang dinggap mubazir.

Pertama, pembangunan perpustakaan moderen yang menelan anggaran kurang lebih Rp 100 miliar.

“Menurut hemat kami, perkembangan teknologi mengubah paradigma pengunjung perpustakaan ke arah digitalisasi. Perpustakaan bukan lagi bangunan penyimpanan buku dan tempat eksklusif tapi lebih pemanfaatan kebutuhan teknologi pengunjung. Informasi diperoleh tanpa dia ke gedung perpustakaan tersebut dan tentu saja harus melalui internet,” kata Endang.

Ada banyak fakta yang mendukung pendapat tentang itu. Di Amerika ada group penerbit buku terbesar yang didirikan 1971 kini dinyatakan bangkrut.

“Karena masyarakat pembaca kita ke e-book digital. Tidak mesti lagi baca buku cetakan. Di Indonesia, tokoh buku Gunung Agung, Antariksa, Tiga Serangkai, semua sudah tutup,” bebernya.

Menurutnya, kecenderungan masyarakat saat ini sudah beralih ke buku digital. Transformasi ini merupakan keniscayaan dan tidak bisa dielak lagi.

“Untuk itu saya mendorong evaluasi anggaran Rp 100 miliar itu. Jika gubernur ingin menjawab kebutuhan bacaan maka saya mendorong perpustakaan daerah diperbaiki saja,” katanya.

Kedua, pembangunan jalan akses pariwisata Kendari-Toronipa. Menurut politikus Demokrat ini, pembangunan jalan merupakan kebutuhan penting untuk masyarakat, namun perlu pertimbangan skala prioritas.

Setelah dikalkulasi pinjaman Pemprov Sultra, anggaran pembangunan jalan pariwisata itu menelan Rp 1 triliun.

Hal ini sangat kontras dengan kondisi jalan di beberapa daerah di Sultra yang menjadi kewenangan Pemprov Sultra. Contohnya, jalan di Lalembuu yang menghubungkan tiga kabupaten, Konawe Selatan, Kolaka Timur dan Bombana.

“Kalaupun untuk menunjang akses pariwisata seharusnya tidak menelan biaya Rp 1 triliun,” jelasnya.

Ketiga, pembangunan rumah sakit jantung internasional. Gedung ini diperkirakan akan menghabiskan anggaran Rp 300 miliar.

Menurut Endang, sebaiknya usulan megaproyek ini dievaluasi karena dinilai belum urgen.

“Kami penasaran berapa pasien jantung di sini. Apakah bisa jadi pusat tujuan dan mengalahkan Makassar,” bebernya.

Endang menyebut, seharusnya Pemprov Sultra lebih memperkuat poli jantung di Rumah Sakit Umum Bahteramas yang saat ini hanya memiliki dua dokter spesialis.

Keempat, mengenai pinjaman daerah Rp 1,2 triliun yang telah diajukan ke PT Sarana Multi Investasi (SMI).

Ia menyebut, pinjaman bukan sesuatu yang luar biasa. Banyak daerah melakukan hal serupa. Di era pasangan Nur Alam-Saleh Lasata, pinjaman Pemprov Sultra kurang lebih Rp 200 miliar.

Namun, pinjaman itu dibagi ke beberapa daerah, khususnya untuk pembangunan infrastruktur jalan. Diantaranya, Raha-Lakapera, Lepolepo-Punggaluku, Konawe dan Konawe Selatan.

“Kebetulan saat itu saya ketua pansusnya,” sebut Endang.

Harusnya, lanjut Endang, pinjaman dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara adil dan merata tidak hanya terkosentrasi di satu titik saja di Kota Kendari.

Sebagimana peruntukannya, pinjaman Rp 1,2 triliun itu kebanyakan membiayai proyek besar di Kota Kendari.

“Konsel, Muna, Kolaka, Buton tidak mendapatkan alokasi porsi pinjaman tersebut,” tuturnya.

Penjelasan Pemprov Sultra Sebelumnya

Terhadap kritikan Endang ini, sebelumnya Pemprov Sultra menjelaskan alasan lahirnya sejumlah mega proyek tersebut.

Mengenai pembangunan perpustakaan, Kepala Dinas Cipta Karya Pahri Yamsul menyebut, di gedung bertaraf internasional itu tidak hanya menyajikan buku bacaan saja. Tetapi di sana akan ada teknologi terbarukan dalam mengakses infromasi soal bacaan.

“Jadi jangan hanya dilihat sepintas saja. Sesuai arahan gubernur, buku bacaan dipadukan dengan buku digital. Supaya dapat diakses semua pihak,” katanya beberapa waktu lalu.

Terhadap pembangunan jalan pariwisata Kendari-Toronipa, Gubernur Sultra Ali Mazi pernah berujar bahwa perlu adanya Bali Baru agar bisa menarik minat wisatawan masuk di Bumi Anoa.

Anggaran Rp 1 triliun untuk pembangunan jalan juga meliputi pembebasan lahan yang begitu mahal. Selain itu, jalan yang dibangun juga tidak seperti pada umumnya. Artinya, jalan itu bisa bertahan cukup lama.

Sebelumnya, lebar jalan Kendari-Toronipa diproyeksikan 40 meter. Namun, setelah dikurangi dengan pertimbangan keuangan, maka tinggal 27 meter saja.

Sementara itu, pembangunan rumah sakit jantung dilakukan untuk menjadikan Sultra sebagai daerah tujuan untuk pengobatan penyakit jantung.

Saat ground breaking, Ali Mazi menyebut, penyakit jantung merupakan penyakit mematikan di dunia. Untuk itu, pembangunan rumah sakit jantung perlu diadakan di Bumi Anoa.

Ia juga menyebut, di gedung yang diproyeksikan 17 lantai itu tidak hanya untuk rumah sakit jantung. Tetapi di dalamnya ada kolam renang, pusat perbelanjaan dan kegiatan masyarakat lainnya.

Terhadap pinjaman daerah di PT SMI, Kepala Bappeda Sultra Robert mengaku, lahirnya pinjaman tidak serta merta langsung disetujui oleh Kementerian Keuangan.

Setelah diusulkan oleh Pemprov Sultra, maka Kemenkeu melakukan kajian atas kemampuan daerah untuk membayar cicilan pokok dan bunganya.

Hasilnya, Sultra dengan total APBD sekitar Rp 4 triliun lebih bisa mendapatkan pinjaman dari PT SMI dan diyakini bisa mengembalikan utang di akhir massa jabatan Ali Mazi-Lukman Abunawas.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...