KPK Ingatkan Bank Sultra soal Gratifikasi

314
Koordinator Wilayah (Korwil) VIII Korsubgah KPK Wilayah Sulawesi, Adlinsyah Malik Nasution saat bertandang ke Kantor Bank Sultra. (Pandi/Inilahsultra)
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertandang ke Kantor Bank Sultra, Kamis 31 Oktober 2019.

-Advertisements-

Koordinator Wilayah (Korwil) VIII Korsubgah KPK Wilayah Sulawesi, Adlinsyah Malik Nasution mengatakan, kedatangan tim KPK ini dalam rangka kolaborasi strategis Bank Sultra, KPK dan pemda.

“Kedua, soal masalah gratifikasi,” kata Adlinsyah di Bank Sultra.

Ia mengaku, bank daerah merupakan salah satu obyek pengawasan lembaga antirasuah itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999.

“Komisaris dan direksi wajib laporkan LHKPN (laporan harta kekayaan pejabat negara). Komisaris dan direksi adalah bagian dari penyelenggara negara,” katanya.

Sejauh ini, kata dia, pelaporan LHKPN untuk jajaran Bank Sultra sudah 96 persen. Sisanya, beberapa diantaranya barusan bergabung dengan bank plat merah itu.

“LHKPN menurut saya sudah baik,” tekannya.

Namun demikian, ia mengingatkan kepada seluruh jajaran Bank Sultra untuk hati-hati dan menghindari pemberian dari pihak tertentu.

Sebab, Bank Sultra ini adalah salah satu bank yang turut mengelolah keuangan daerah termasuk debitur dari luar.

“Jelas dalam Undang-Undang 20 tahun 2001 tentang pasal gartisfikasi. Obyeknya adalah penyelenggara negara,” katanya.

Karena mengelola uang daerah, ia mengingatkan agar jajaran Bank Sultra untuk tidak memberikan barang atau bentuk apa pun kepada pemda.

“Harus bersikap profesional,” jelasnya.

Selain pengawasan terhadap gratifikasi, Bank Sultra juga menjadi rekanan KPK dalam mendorong pendapatan asli daerah (PAD).

Seluruh rumah makan, perhotelan serta parkiran, diharapkan bisa menyumbangkan PAD dan semuanya itu langsung terinput ke Bank Sultra.

Penulis : Harkila

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...