Rapim Dirjen Bina Lattas Kemnaker, Kualitas SDM dan Budaya Produktif Ditekankan

1900
Keterangan Foto : (Dari kiri ke kanan) Drs. Edy Susanto, MM. (Kepala BBPLK Semarang/Mantan Kepala BLK Kendari), Drs. Bambang Satrio Lelono, M.A. (Direktur Jenderal Binalattas Kemnaker RI), Dr. La Ode Haji Polondu, S.Pd.,M.Pd. (Kepala BLK Kendari), Surya Lukita Warman, M.Sc. (Sekretaris Ditjen Binalattas Kemnaker) dan Herman, S.Pd.,MM. (Kepala BBPLK Bekasi/Mantan Kepala BLK Kendari). (Istimewa)

Kendari, Inilahsultra.com – Untuk  mengevaluasi dan memaksimalkan pelaksanaan program di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pelatihan dan Produktivitas (Ditjen Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan RI,

Sekretariat Ditjen Binalattas Kemnaker menyelengarakan Rapat Pimpinan (RAPIM) yang berlangsung pada 1 November 2019 bertempat di Hotel Tentrem, Yogyakarta.

- Advertisement -

Rapim Ditjen Binalattas diikuti oleh seluruh eselon II di lingkungan Ditjen Binalattas serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) Balai Latihan Kerja (BLK) Kemnaker seluruh Indonesia dan Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) beserta jajarannya, yang dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Bina Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Bambang Satrio Lelono, Kepala BLK Kendari La Ode Haji Polondu, sebagai peserta rapim.

Ditjen Binalattas Kemnaker melaporkan dalam sambutannya Dirjen Binalattas Kemnaker, Bambang Satrio Lelono mengatakan dalam menyelenggarakan pelatihan setiap BLK harus sungguh-sungguh memperhatikan dua hal, yaitu kualitas SDM dan budaya produktif.

Dua hal tersebut sangat menentukan bagi tercapainya tujuan utama pelatihan kerja apakah kompeten atau tidak kompeten karena selama ini Kualitas SDM dan Budaya Produktivitas dirasakan masih kurang dan itu sangat mempengaruhi tercapainya tujuan pelatihan kerja di UPTP BLK Kemnaker yaitu Peserta Pelatihan Kerja harus menjadi SDM yang kompeten baik dalam pengetahuannya, ketrampilannya maupun sikap dan perilakunya.

Apabila kedua hal penting (kualitas SDM dan budaya produktif) tersebut menjadi tujuan utama dalam penyelenggaraan pelatihan kerja di seluruh BLK se-Indonesia, maka Kemnaker RI Insya Allah bersama-sama dengan Kementerian lain yang mengelola pembangunan SDM akan berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia sebagai Negara Terbesar Nomor 4 di dunia pada tahun 2050 yang akan datang.

Suasana rapat pimpinan Direktorat Jenderal Bina Pelatihan dan Produktivitas (Ditjen Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan RI. (Istimewa)

Selain menegaskan tentang pentingnya peningkatan kualitas SDM dan budaya produktif, Bambang Satrio Lelono juga mengharapkan agar setiap Pimpinan BLK beserta seluruh stafnya dapat membangun hubungan baik dan kerjasama untuk mensinergikan program BLK dengan berbagai pihak terkait di tempat tugasnya masing-masing terutama dengan Pemerintah Daerah, dunia industri dan dunia usaha.

Hal tersebut sangat penting agar produk pelatihan kerja yang dilaksanakan oleh BLK dapat diserap oleh lapangan kerja yang tersedia terutama oleh dunia industri dan dunia usaha, sehingga Kepala BLK beserta stafnya tidaknya berorientasi pada input dan proses, tetapi selain input dan proses pelatihan kerja juga harus lebih berorientasi pada output dan outcome palatihan kerja yang dilaksanakan.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Binalattas Kemnaker, Surya Lukita Warman, mengharapkan agar setiap Kepala BLK beserta seluruh stafnya agar membuat grand desain program kegiatan pada tahun 2020, setiap BLK harus menentukan dan memiliki Kejuruan Unggulan sebagai icon setiap UPTP BLK di seluruh Indonesia, sehingga akan dipikirkan dan diprioritaskan baik alatnya, sarana prasarana, instruktur maupun dananya.

Surya Lukita Warman juga menyampaikan pentingnya instruktur BLK memiliki aertifikasi kompetensi, karena untuk mewujudkan peserta pelatihan kerja yang kompeten maka harus dibimbing dan dilatih oleh instruktur yang kompeten.

Dalam Rapim Ditjen Binalattas tersebut, selain Ses Ditjen Binalattas dan Para Direktur di lingkungan Ditjen Binalattas menyampaikan laporan realisasi pencapaian program, juga para Kepala BLK Kemnaker seluruh Indonesia melaporkan realisasi pencapaian program yang telah dilaksanakan selama tahun anggaran 2019 hingga Oktober 2019.

Sementara itu, Kepala BLK Kendari, La Ode Haji Polondu menyebut, realisasi capian programnya hingga 31 Oktober 2019 sebesar 73,77 persen, dan Kepala BLK Kendari optimis bahwa pada akhir Desember 2019 realisasi capaian program BLK Kendari bisa mencapai minimal 97 persen.

Dalam Rapim Ditjen Binalattas Kemnaker Tahun 2019 juga dibahas tentang Pemagangan peserta pelatihan kerja BLK di dunia industri dan dunia usaha, Kartu Pra Kerja, BLK Komunitas, pembinaan BLK UPTD oleh BLK UPTP Kemnaker serta Pelatihan dan Sertifikasi di seluruh satuan kerja di lingkungan Ditjen Binalattas Kemnaker RI.

Penulis : Harkila

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...