LM Baharuddin Politikus Muna yang Menyimbolkan Ketenangan dan Kejujuran

446

Secara pribadi, saya menganggap sosok politisi tenang dan memunculkan kesan jujur di jazirah Muna adalah dokter Baharuddin. Perjalanan kariernya tergolong tidaklah mudah. Meninggalkan profesi utamanya sebagai tenaga medis dan sekaligus birokrat, pria yang bernama La Ode Muhammad Baharuddin ini, melompat menjadi politisi, tentu memerlukan nyali dan pertimbangan yang cukup berani.

Dokter (-sapaan LM Baharuddin)-pun berhasil menduduki kasta tertinggi pemerintahan wite Barakati. Tentu banyak yang beranggapan jika jiwa kepemimpinannya lahir secara genetik, mengingat mendiang ayahanda juga merupakan Raja dan Penguasa di wilayah semenanjung Muna kala itu.

Advertisements
- Advertisement -

Anggapan itu, bisa saja dibenarkan, namun, saya lebih ingin mengajak pembaca, melihat sisi lain, sisi dimana Pak Dokter berjuang dari titik bawah hingga mencapai puncak dan memenangkan pertarungan.

Dokter merupakan penganut agama yang taat, tidak hanya itu, dia didapuk memimpin Pengurus Daerah Muhammadiyah, salah satu ormas keagamaan terbesar di Indonesia.

Mantan Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Muna ini, memulai karier birokrasi dan profesinya sebagai doker serta menjadi pelayanan masyarakat bawah. Keikhlasan dan sikap jujur saat berada di pelosok dan berbaur dengan warga, terbawa hingga di ruang politik dan pemerintahan.

Sekira, tiga tahunan dokter meninggalkan kursi Bupati Muna, karena harus mengakui kemenangan kompetitornya LM Rusman Emba, yang pada episode sebelumnya berhasil ditaklukanmya.

Lalu, kenapa de LM Baharuddin dirindukan? Kelemah lembutan kejujuran dan sikap penuh visi dalam memimpin dan membangun daerah adalah modal besar sekaligus tiket mutlak yang hanya berada di saku Alumni Fakultas kedokteran Universitas Hasanuddin ini.

Dokter dikenal sebagai Bupati yang memiliki lompatan besar, dengan membangun Rumah sakit bertaraf internasional, pasar rakyat yang repesentatif, pembangunan pelabuhan penyeberangan rakyat. Tentu waktu lima tahun dianggapnya belum cukup untuk menyelesaikan ide ide besarnya, mencoba keberuntungan di periode kedua, namun harus terhenti melalui pertarungan panjang dan melelahkan 2014 silam.

Baca Juga :  Distorsi Perjuangan Kartini

Sebagai politisi dokter Baharuddin membuktikan dirinya masih terus ada, menjawab keinginan masyarakat untuk kembali memimpin Muna.

Petarung yang Memiliki Banyak Nyawa

Gaya politik dr LM Baharuddin, kita harus akui masih menganut konsep budaya dan tatakrama keraton. Sehingga semangat besarnya untuk membangun dan memajukan daerah jauh lebih besar. Itu yang membuatnya terus hidup, meski secara politik harus dibunuh berkali-kali.

Murah senyum, penuh kewibawaan menunjukkan kematangan, keinginan yang kuat dan pantang menyerah. Tentu pentarung yang terlihat tenang akan lebih memiliki kemampuan dan kematangan strategi pertarungan sehingga kehadirannya di bursa Calon Kepala Daerah Muna 2020 tidak dapat dipandang sebelah mata.

Sarat pengalaman bertarung, memiliki konsep matang, punya basis pemilih yang masih cukup besar dan terjaga, dr Baharuddin diprediksi akan menjadi pesaing yang cukup berat bagi petahana. Ditambah lagi motivasi besar dari simpatisan untuk merebut kembali dan melanjutkan kepemimpinan di daerah penghasil jatu terbaik dunia ini.

Sempat mencoba keberuntungan sebagai Calon DPD RI, dokterpun harus kembali gagal karena akumalasi dukungan seluruh provinsi di Sultra, namun khusus di daerah Muna, diapun tetap menjadi unggulan menunjukkan pendukungnya masih cukup besar dan terjaga dengan baik.

Perlu diketahui selisih tipis antara dirinya dan Bupati pemenang yang hanya terpaut 33 suara di putaran pilkada beberapa tahun lalu, cukup membuat sang kompetitor berhati-hati dalam tarung ulang yang bakal di gelar serentak dengan tujuh Kabupaten lainnya ini di Sultra.

Pertarungan Hidup Mati

Sikap dan keberanian untuk kembali bertarung, tentu memiliki catatan tersendiri bagi suami Wa Ode Farida- Anggota DPRD Provinsi Sultra dua periode ini. Sebab dokter akan dipaksa menuju arena pertarungan hidup atau mati.

Baca Juga :  Silaturahmi di Muna, Rajiun Singgung Janji Air Bersih Rusman Emba

Sikap yang ditunjukkan dokter untuk kembali ke arena, kita bisa artikan sebagai sikap beresiko yang tentu sudah dihitungnya secara matang dan sistematis, sebab jika berangkat dari perhitungan yang kurang matang, bisa jadi dia akan mengurungkan niat dan memilih jalur lain.

Jelang, perhelatanpun strategi yang diambil cukup sederhana, lebih pada gaya politik yang menghindari kegaduhan, tidak terlancing dalam kondisi dan tensi politik yang sengaja diciptakan lawan-lawannya.

Lebih soft dan cenderung memilih membangun kekuatan di bawah tanah dan menyiapkan momentum serang yang baik dan jitu targetnya merebut kemenangan dengan manis.

Yang harus diingat jumlah pemilih dokter cukup besar, dia pun cukup tenang menghadapi serangan- serangan yang sesekali dialamatkan kepadanya.

Patut dinanti gebrakan dan racikan strategi kejutan yang disiapkan dokter LM Baharuddin di Muna. Yang hampir dipastikan pertarungan politik di muna menjanjikan kejutan demi kejutan.

Maul Gani

(Penggiat Literasi/Mahasiswa Pascasarjana Universitas Jayabaya)

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
loading...