Pengedar Sabu Asal Kota Kendari Diciduk Anggota Polres Muna di Atas Kapal Cepat

512
Tersangka Pengedar Sabu ST saat digiring ke Kantor Polres Muna.

Raha, Inilahsultra.com-Satuan Reserse Narkoba Polres Muna berhasil menciduk terduga pengedar narkoba jenis sabu-sabu diatas kapal cepat MV. Cantika yang berangkat dari Bau-bau menuju Raha.

Penangkapan terduga pengedar sabu-sabu berinisial ST (36) merupakan warga Kota Kendari berprofesi sebagai tukang ojek.

Advertisements
- Advertisement -

Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho, saat mengelar konferensi pers di Rumah Edukasi Anti Narkoba, Senin 4 November 2019, menjelaskan pada hari Sabtu tanggal 2 November 2019 sekitar pukul 15.00 WITa, Satres Narkoba Polres Muna mendapat informasi bahwa ada seorang laki-laki (ST), penumpang kapal cepat MV Cantika dengan ciri-ciri bertato dan memakai topi, yang duduk di ruang VIP yang berangkat dari Baubau tujuan Raha.

Pihaknya dengan informasi yang didapat langsung merespon cepat dengan menunggu kapal yang sandar di pelabuhan Nusantara Raha.

“Ketika kapal cepat sandar, anggota lalu bergerak masuk ke dalam kapal. Lalu ditemukan penumpang (ST) seperti ciri-ciri yang diinformasikan. Sehingga, terhadap yang bersangkutan dilakukan penggeledahan dan ditangan kirinya ditemukan barang bukti (BB) diduga jenis shabu,” ungkapnya.

Kapolres yang didampingi Kasat Narkoba, Iptu Hamka menambahkan, bahwa BB yang ditemukan pada saat penggeledahan badan yaitu 2 paket kecil yang dililit dengan isolasi berwarna coklat, yang masing-masing berisi 1 paket kecil berisi 16 sachet kecil berisi kristal bening diduga shabu dengan berat bruto 10,00 gram, 1 paket kecil berisi 10 sachet kecil berisi kristal bening diduga shabu dengan berat bruto 11,32 gram.

“Keseluruhan BB yang diamankan 21, 32 gram,” sebutnya.

Dari pengakuan ST bahwa barang tersebut diperoleh dari arahan yang dipanggil dengan sebutan Bos Sayur dengan cara ditempel yang tersimpan di dalam kantung hitam dipinggir jalan belakang mobil truk di Kemaraya Kota Kendari.

Baca Juga :  Kabur di Sulteng 11 Bulan, Pelaku Pengeroyokan di Konsel Akhirnya Diciduk Polisi

“Setelah barang itu didapatnya, ST dikirimkan uang melalui ATM sebanyak 300.000, untuk ongkos membawa barang di Kota Baubau. Tapi orang sudah janji tersebut tidak jadi mengambilnya dan ST diarahkan tetap memegang barang tersebut dan memberikan kepada seseorang saat kapal transit di pelabuhan Raha” ujarnya.

Ketika ST berhasil melakukan transaksi Bos Sayur menjanjikan dibayarkan 5 juta, namun transaksi itu lebih dulu diketahui oleh anggota Polres Muna.

Atas perbuatannya ST melanggar pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun paling singkat 6 tahun, denda paling banyak Rp 10 miliar dan paling sedikit Rp 1 miliar.

Sementara itu, atas pengakuan ST melakukan pekerjaan transaksi barang haram disebabkan faktor ekonomi.

“Karena tidak ada uang dan dijanjikan uang 5 juta mengikuti arahan Bos Sayur walaupun tidak mengenal orangnya,” tuturnya.

Reporter : Iman Supa

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...