BLK Kendari Akan Bentuk SDC di Sultra

74
Pose bersama usai rapat koordinasi Skill Development Center (SDC) Kementerian Ketenagakerjaan. (Istimewa)

Kendari, Inilahsultra.com ‚Äď Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari akan membentuk Skill Development Center (SDC) atau pusat pelatihan skill di Sulawesi Tenggara November hingga Desember 2019.

Hal ini diungkapkan Kepala BLK Kendari La Ode Haji Polondu dalam rapat koordinasi Skill Development Center (SDC) Kementerian Ketenagakerjaan.

Advertisements
- Advertisement -

‚ÄúInsyaAllah dalam bulan November ‚Äď Desember 2019 Pembentukan SDC di Provinsi Sulawesi Tenggara dan di Kota Kendari sebagai Lokasinya sudah kita laksanakan. Saat ini kami sedang melakukan koordinasi dengan Kadis Trans Naker Sultra dan akan membicarakan tentang SDC kepada Gubernur Sulawesi Tenggara dan Wali Kota Kendari,‚ÄĚ kata Haji Polondu di forum itu yang digelar do Horison Ultima Riss Hotel Jogya,¬†5 November 2019.

Menurutnya, melalui percepatan pembentukan SDC ini, dapat meningkatkan kompetensi angkatan kerja guna menurunkan angka pengangguran daerah.

Sementara itu, Dirjen Binalattas yang diwakili Plt Direktur Bina Lembaga Pelatihan Ditjen Binalattas, Ady Nugroho menyebut, pembangunan ketenagakerjaan sebagai bagian dari pembangunan nasional memiliki peranan yang sangat penting dalam rangka menciptakan SDM yang berkualitas, khususnya pada aspek human capital dalam pembangunan ketenagakerjaan.

Namun, kondisi saat ini berdasarkan Berita Resmi Statistik yang diterbitkan oleh BPS bahwa pada bulan Februari 2019 jumlah angkatan kerja sebanyak 136,18 juta orang, naik 2,24 juta orang disbanding februari 2018 yang terdiri dari jumlah yang berkerja sebanyak 136,18 juta orang pengangguran terbuka sebanyak 6,82 juta orang atau sebanyak 5,01%.

Sedangkan data jumlah pengangguran menurut Pendidikan yang ditamatkan untuk Pendidikan SD 967 ribu orang, SMP 1,2 juta orang, SMA 1,65 juta orang SMK 1,42 iuta orang DI/DII/DIII 300 ribu orang dan universitas 780 ribu orang.

Baca Juga :  Jika Terpilih, Sucianti Janji Bangun Gedung Representatif HIPMI Sultra
Rapat koordinasi Skill Development Center (SDC) Kementerian Ketenagakerjaan. (Istimewa)

‚ÄúBerdasarkan data pendidikan yang ditamatkan maka jumlah pengangguran masih didominasi oleh lulusan SMA ke bawah dan ini menjadi masalah yang harus dihadapi oleh kita semua bangsa Indonesia,‚ÄĚ katanya.

Ia melanjutkan, pengembangan sumber daya manusia sangat penting peranannya dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan memperkuat daya saing tenaga kerja indonesia terutama di Era Revolusi Industri 4.0.

‚ÄúDalam rangka memperkuat daya saing tenaga kerja diperlukan kerja sama lintas sektor di tingkat pusat dan daerah, dan SDC diharapkan dapat menjadi salah satu jawabannya,‚ÄĚ bebernya.

Ia menjelaskan, SDC adalah sebuah forum komunikasi, koordinasi dan sinkronisasi yang melibatkan tiga unsur  ABG  sebagai pelaku utama yaitu unsur Academic atau lembaga Diklat (SMK/BLK/LPK/ Politeknik/Universitas), unsur Business atau dunia usaha dan industri (KADIN/APINDO) dan unsur Government atau pemerintah daerah (Disnaker, Disdik, Disperin, serta OPD terkait lainnya).

‚ÄúTiga unsur inilah yang diharapkan dapat berkoordinasi untuk mengatasi masalah utama ketenagakerjaan di daerah yang umumnya menghadapi missmatch antara¬†supply¬†dan¬†demand ¬†tenaga kerja yang berdampak pada rendahnya produktivitas dan tingginya tingkat pengangguran,‚ÄĚ jelasnya.

Ia melanjutkan, model SDC ini merupakan hasil pengembangan konsep yang disepakati oleh Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Perindustrian, Bappenas dan KADIN Indonesia.

‚ÄúKekuatan SDC terletak pada kebersamaan semua unsur terkait menciptakan sinergi yang kokoh dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan di daerah. SDC diharapkan dapat menjadi ujung tombak bagi upaya Pemerintah dalam meningkatkan partisipasi angkatan kerja melalui pendekatan bottom up, dan untuk itu SDC dirancang dapat melaksanakan lima fungsi yaitu: pelatihan, pemagangan, uji kompetensi, sertifikasi, dan penempatan angkatan kerja,‚ÄĚ urainya.

Ia menuturkan, pada tahun 2018 Kementerian Ketenagakerjaan bekerjasama dengan Bappenas telah melakukan pengembangan proyek percontohan Skill Development Center (SDC) di 6 (enam) wilayah yaitu Jawa Tengah (Surakarta), Banten (Serang), Sulawesi Selatan (Makassar), Jawa Timur (Singosari), Sumatera Utara (Medan), Kalimantan Timur (Samarinda) serta telah dilakukan sosialisasi dan kajian di 14 (empat belas) lokasi di tahun 2018.

Baca Juga :  Pemadaman Listrik, Asisten Manajer PLN Kendari: Ada Gangguan Jaringan

Untuk mendorong dan mempercepat pembentukan dan operasionalisasi SDC di daerah, pada tahun anggaran 2019  Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas mengalokasikan anggaran operasional SDC untuk 17 lokasi UPTP dan 3 lokasi UPTD.

‚ÄúDalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Kab. Bandung Barat dan Kota Surakarta sebagai lokasi base practice yang telah melakukan tahap implementasi SDC, hal ini tentunya sebagai motivasi untuk daerah lainnya agar bisa segera melakukan proses implementasi tersebut.¬†Besar harapan saya seluruh lokasi SDC dapat segera berjalan operasional dan SDC hadir sebagai solusi untuk meningkatkan keahlian dan keterampilan masyarakat,¬† menanggulangi masalah pengangguran serta meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia,‚ÄĚ pungkasnya.

Penulis : Harkila

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...