Kuasa Hukum Soroti Penerapan Pasal Tersangka Penembak Mahasiswa

402
Kuasa hukum korban penembakan di Kendari. (Istimewa)

Baubau, Inilahsultra.com – Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Fakultas Hukum Muhammadiyah Kendari menilai penetapan tersangka Brigadir AM pada dugaan kasus penembakan yang menyebabkan meninggalnya satu mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari bernama Randi, saat berunjukrasa di Kantor DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 26 September 2019 lalu bertentangan dengan proses penyelidikan.

Salah satu tim kuasa hukum Almarhum Randi, Apri Awo mengatakan, tersangka AM pada sidang disiplin telah terbukti membawa senjata api saat melakukan pengamanan demonstrasi, ini menunjukan bahwa AM secara sengaja tidak mengindahkan instruksi Kapolda Sultra dan Kapolres Kendari.

Advertisements
- Advertisement -

“Bahwa dalam tersangka AM hanya disangka melanggar Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang Penganiyaan yang mengakibatkan kematian dan Pasal 539 Subsider Pasal 360 ayat (1 dan 2) tentang kesalahan atau kelalaian, pandangan kami hal ini bertentangan dengan proses penyelidikan, dimana tersangka AM adalah salah satu dari 6 orang yang menjalani sidang disiplin dan terbukti membawa senjata api saat melakukan pengamanan demonstrasi,” kata Apri Awo melalui rilisnya jumat (8/11/2019).

Sehingga lanjut Apri Awo, terbuktinya tersangka AM membawa senjata api saat pengamanan demonstrasi, memberi petunjuk baru terhadap penerapan hukum pada tersangka AM.

“Maka kami berharap agar penyidikan dan penerapan hukum terhadap AM, bukan saja terhadap penganiyaan dan kelalaian, tetapi penerapan Pasal 355 KUHP tentang Penganiyaan yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu, 338 KUHP tentang Pembunuhan dan 340 KUHP tentang Pembunuhan berencana, ini seharusnya diterapkan agar kedepan dalam proses penuntutan lebih jelas dan memberikan kepastian hukum,” katanya.

Untuk itu, kata Apri, pihaknya meminta kepada Penyidik Mabes Polri, Kejaksaan Agung, khususnya Kejaksaan Tinggi Sultra agar memperhatikan dalam penerapan hukum yang sesuai dengan pembuktian formil sebelum menuju pembuktian materil.

Baca Juga :  Jokowi-Maruf Kalah Telak di TPS Ali Mazi

“Bahwa dengan adanya tersangka dan telah dimulainya penyidikan terhadap perkara almarhum Randi, kami tim kuasa hukum meminta kepada Komisi Kejaksaan Republik Indonesia untuk melakukan pengawasan dan pemantauan selama proses penuntutan dalam perkara tersebut,” tandasnya.

Penulis : Wa Ode Yeni Wahdania

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...