Kasus DD di BRI Unit Taliabu Jadi Isu Hangat Warganet Butur, Begini Klarifikasi Aswadi Adam

1141
 

Buranga, Inilahsultra.com-Bakal calon (Balon) Bupati Butur Aswadi Adam mengklarifikasi terkait isu atau postingan di media sosial (Medsos) Facebook berkaitan dengan adanya pemberitaan atas kasus Dana Desa (DD) di BRI Unit Taliabu.

Dalam postingan berita yang dimuat salah satu media online itu, kemudian dishare beberapa warganet, lalu menjadi topik hangat diperbincangkan.

Dalam berita itu, menguraikan adanya tindakan korupsi yang sempat menjerat mantan Kepala Bank BRI Unit Taliabu, Taufik.

Aswadi Adam melalui Ketua Tim Media Centernya, Ariyanto Samil kepada redaksi Inilahsultra.com melalui sambungan selularnya, Selasa 12 November 2019 menegaskan, kasus DD di BRI Unit Taliabu ini tidak melibatkan Aswadi Adam. Sebab ketika kasus tersebut terungkap, Aswadi Adam saat itu menjabat sebagai Kepala Unit BRI Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Karena kasus tersebut, Kepala Unit BRI Taliabu atas nama Taufik diberhentinkan langsung oleh pihak KCP BRI Ternate atas keputusan Dewan Direksi BRI.

“Kasus dana desa, konon katanya melibatkan Kepala BRI Unit Taliabu, memang itu terjadi, namun tidak ada keterlibatan Aswadi Adam. Kasus itu terjadi melibatkan Taufik yang saat ini sudah diberhentikan. Intinya Aswadi Adam orangnya bersih tidak terkait dengan kasus apapun,” katanya.

Ariyanto pun menyayangkan, intrik politik yang dilakukan oknum-oknum tertentu untuk menjatuhkan atau membunuh karakter serta kehormatan pribadi seseorang.

“Kita sangat sesalkan, adanya penggiringan opini sebagai intrik untuk membunuh karakter pak Aswadi. Karena Kedatangan Aswadi dalam perpolitik di Butur, bentuk perwujudan nurani sebagai anak negeri yang rindu perubahan di daerah leluhurnya. Kehadiran di Butur tidak membawa intrik politik apalagi membunuh karakter dan kehormatan pribadi. Hadir dengan itikad pengabdian. Sejuta ide dan gagasan untuk membangun Butur ke arah yang lebih baik lagi,” jelasnya.

Menurut dia, musuh Aswadi bukan rivalnya yang bakal bertarung pada Pilkada Butur 2020 mendatang, tetapi persoalan kemiskinan, kesenjangan sosial dan perwujudan kesejahteraan masyarakat Butur.

“Apalagi saat ini perlu diingat masyarakat Butur menginginkan adanya pembangunan jalan memadai, jembatan memadai yang bisa menciptakan aspek perputaran perekonomian di Butur,” imbuhnya.

“Sekali lagi, Aswadi tidak pernah mendeskritkan siapapun itu. Tidak pernah membuat luka kepada masyarakat Butur. Konsolidasi tim yang sudah dibentuk, semata-mata bicara soal program demi kemajuan Butur,” tambahnya.

Salah bukti konsistensi, sambung dia ide-ide dan gagasan disampaikan langsung di ruang publik bersama mahasiwa. Apabila jadi bupati, maka siap memfasilitasi asrama atau pun sekretariat mahasiswa.

“Bukan hempasan intrik politik untuk menjatuhkan. Bahkan lebih menarik, untuk tidak terjadi kesenjangan politik, maka pak Aswadi menyapa siapa saja yang nanti jadi lawannya. Belum lama ini, bersilahturahmi dengan salah calon Bupati Butur Ridwan Zakariah,” ujarnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Komentar
loading...