Rajiun Tumada dan Seni Pertempuran dalam Politik Muna

1252
 

Suatu percakapan warung kopi, dengan salah satu warga Muna tentang sosok LM Rajiun Tumada. “Tegas dan penuh pesona,” spontannya. Hal ini yang menantang saya untuk mencoba mencari sisi lain, politisi yang kini banyak digandrungi namamya jelang tahun politik 2020 ini.

Pria yang masih tercatat aktif sebagai Bupati Muna Barat ini, sangat kharismatik, langkah dan gaya memimpinnya tegas serta cerdas berani dalam mengambil sikap.

Hampir tidak pernah kita melihat warga histeris dan berebut swafoto dengan politisi yang lahir dari Sulawesi Tenggara kecuali seorang Rajiun Tumada. Sosoknya berhasil menghipnotis masyarakat dengan pesona dan gaya politiknya yang terkesan kuat.

Dimulai, dari perjalanan karier politiknya tergolong cemerlang setelah meninggalkan posisi birokrasi. Di Pilkada Muna Barat, LM Rajiun melawan kekuatan kapital dan ahli strategi binaan politisi Partai Golkar Ir Ridwan Bae yang cukup memiliki nama besar untuk ukuran Sultra, banyak pihak yang meragukan, namun Mantan Kasatpol PP Sultra tersebut menjawab dan berhasil keluar sebagai pemenang.

Mantan juara dunia karate ini, berhasil membuktikan sikap politik humanis, pendekatan ke akar rumput masih cukup jitu di pusaran poltik Muna. Pola pendekatan yang dilakukan ini, benar-benar mengetuk langsung hati konstiuen dan masyarakat kelas bawah.

Tak peduli soal kedudukan dan jabatan, Rajiun selalu hadir dalam kesulitan yang dialami masyarakatnya, mengunjungi warga yang sakit, tidak menciptakan jarak, sering menyapa dan mendengar langsung keluhan warga adalah kiat Rajiun mencuri perhatian masyarakat.

Demikian juga pembangunan dan pelayanan masyarakat selama memimpin daerah anak pemekaran Kabupaten Muna, Rajiun merupakan kepala daerah dengan segudang prestasi. Terbaru, pasangan Ahmad Lamani ini, berhasil mengeluarkan Muna Barat dari predikat DOB dengan point tertinggi, melampaui daerah lainnya di Sultra.

Hal ini, tentu menunjukkan fokus pengabdiannya, mengembangkan dan membangun daerah. Melalui sikap tegas dan kerja kerasnya, Rajiun Tumada menjadi pesona tersendiri bagi Warga Muna jelang pilkada 2020 mendatang.

Selalu menghadirkan kejutan, langkah politik Rajiun cenderung mengedepankan sopan santun, tak pernah menganggap remeh serta menghormati siapapun lawannya adalah gaya khas politisi yang paham cara memenangkan pertarungan ini.

Rajiun muncul dengan kekuatan baru, kekuatan yang tidak dapat dipandang sebelah mata oleh siapapun lawannya.

Seni Melumpuhkan Musuh Sebelum Masuk Arena

LM Rajiun Tumada masuk dalam pusaran panggung pilkada Muna 2020, penuh dengan kejutan sekaligus harapan masyarakat, utamanya yang tidak puas dengan servis yang dilakukan sang petahana.

Kejutannya, LM Rajiun Tumada sedang menjabat sebagai Bupati aktif di Muna Barat, sebagian orang berpikir kemunculannya hanya menjadi spekulasi untuk lompatan yang lebih besar, namun belakangan anggapan itu tertepis dengan sikapnya yang penuh keseriusan untuk mengambil alih estafet kepemipinan Muna yang dibuktikannya melalui intensitas safari politik dan perebutan kendaraan politik jelang pilkada.

Gayungpun bersambut, disetiap kunjungannya, Rajiun mendapat apresiasi layaknya orang yang sangat dirindu dan dieluhkan masyarakat, histeris penuh haru, selalu menjadi pertunjukam lazim. Suara hati kalangan ‘emak-emak’ Muna seolah terpuaskan dengan hadirnya sosok yang murah senyum ini.

Nyaris belum pernah terjadi sebelumnya, seorang Calon pemimpin hadir yang disambut dengan pelukan hangat dan isak tangis masyarakat. Tentu ini menjadi energi sekaligus tantangan, Rajiun harus menjawabnya dengan memenangkan pertarungan Pilkada Muna 2020.

Sikap politik yang berani mengambil keputusan besar juga menjadi senjata mematikan bagi kompetitornya yang bakal bertarung, sebab jika kita membuat ratting intensitas kunjungan dan silaturahmi menyapa langsung masyarakat Muna, tentu Rajiun Tumada menduduki posisi tertinggi, kesan dan cerita Panglima Barisan Sowite Bersatu ini begitu melekat dengan semua kalawangan.

Posisi lawan-lawan poltiknya yang mulai terlihat tak berdaya dalam mengangkat elektabilitas dan kepercayaan masyarakat Muna, dimanfaatkan Rajiun sebagai jurus paling ampuh dalam memulai langah pertama perjalanan politiknya.

Pendekatan Ewa Wuna

Tampaknya Rajiun juga sangat mahir dan menguasi ‘powele’ dan ewa Wuna. Setidaknya dia selalu memilih memainkan langsung tari perang yang menjadi tradisi Muna yang berusiah ratusan tahun ini, saat disambut di berbagai kunjungan yang dilakukannya

Tampak terlatih menguasai langkah dan ayunan pedang mengikuti irama menambah kesan kuat bagi yang menyaksikan.

Lalu apa maknanya? Silat tradisional masyarakat Muna ini, menyimbolkan keindahan langkah, irama yang diatur, pesilat ewa wuna paham kapan harus menghindar dan memulai serangan, fokusnya melumpuhkan lawan dalam gerak yang terukur.

Mari kita cocokkan dengan pola Rajiun Tumada dalam mengembangkan strategi politiknya. Rajiun memulai serangan dan unggul telak pada langkah pertama. Tampak berirama dan mendikte lawan hingga tak berdaya mengembangkan serangan balasan.

Kunjungan Rajiun ke berbagai tempat di Muna bahkan pemasangan baliho dan kode jika dirinya bakal masuk dan bertarung di Bumi sowite menjadi ‘shocktheraphy’ bagi sang lawan, kondisi ini diperkuat dengan sambutan masyarakat yang sangat besar.

Rajiun sangat paham memainkan pola dan irama tetapi juga tetap mengedepankan kesantunan dan sikap hormat kepada lawan politiknya. Rajiun membuktikan itu memilih collingdown dengan menghentikan kunjungan beberapa saat, setelah langkah itu dianggap mengganggu stabilitas untuk ukuran lawan politiknya.

Keinginan masyarakat untuk dikunjungi, tentu menjadi persoalan lain. Ekspektasi masyarakat Muna agar dirinya bisa bertatap langsung mendengarkan aspirasi dan harapan mereka, menjadi panggilan bagi LM Rajiun Tumada untuk tetap hadir dan membuka keran keluh kesah yang disampaikan. Jumlahnya sangat juga besar, terutama masyarakat kecil yang berada di pasar, pelabuhan serta komunitas lain yang belum merasa puas dengan kepemimpinan Muna saat ini.

Dan jika ini tetap dipelihara dan dijaga, maka komunitas inilah yang bakal mengantarkannya untuk menguasai ‘Galampano’ di masa mendatang.

Apalagi banyak pihak yang percaya jika, LM Rajiun Tumada masih memegang sejuta amunisi dan strategi yang masih disimpan untuk memenangkan pertarungan Pilkada Muna 2020.

Soal seperti apa dan bagaimana? Kejutannya layak untuk dinantikan.

Maul Gani
(Masyarakat Muna/Penggiat Literasi)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...