Bram Bunuh Kekasihnya karena Permintaan Ciuman Ditolak

665
Ilustrasi (Foto : Titiknol.co.id)

Konawe, Inilahsultra.com – Rahmat alias Bram (23) membunuh kekasihnya Nurmin (17), hanya persoalan ditolak berciuman.

Saat hendak dicium, Nurmin sempat melawan dan menampar tersangka. Perlakuan korban ini membuat Bram marah.

Advertisements
- Advertisement -

Pelaku langsung memeluk korban sambil mencabut sebilah badik di pinggang sebelah kiri dan menusuk dada kiri korban.

Saat korban meronta, pelaku kembali menusuk leher sebelah kiri sehingga korban terjatuh.

Tak hanya itu, tersangka melakukan penusukan beberapa kali ke tubuh korban. Ketika korban tak berdaya tersangka mengangkat dan membuang korban ke parit perkebunan kelapa sawit, di Desa Pariama Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Rabu 6 November 2019.

Pascakejadian itu, Timsus Brutal Crime Kepolisian Resor (Polres) Konawe, melakukan pengejaran terhadap tersangka. Hanya kurun waktu tujuh jam tersangka kasus pembunuhan berhasil diringkus.

Kepada Inilahsultra.com, Kasat Reskrim Polres Konawe, IPTU Rachmat Zamzam mengatakan, tersangka merupakan pacar korban. Saat ini tersangka sudah diamankan di sel tahanan Polres Konawe, Kamis 7 November 2019.

“Empat saksi sudah diperiksa terkait pembunuhan ini,” ucap Rachmat, Minggu 17 November 2019.

Mantan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Kendari ini menceritakan, setelah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dan pemeriksaan berulang-ulang kepada tersangka serta melakukan pengembangan di lapangan. Tersangka akhirnya mengakui bahwa dirinyalah yang telah melakukan pembunuhan terhadap korban.

“Tersangka juga menunjukan barang bukti badik dengan panjang 15 cm dan lebar 2 cm yang digunakan saat membunuh korban. Kita sudah sita badik tersebut sebagai barang bukti,” ungkapnya.

Setelah tersangka mengakui, sambung Rachmat, tersangka langsung dibawa ke tempat kejadian perkara untuk dilakukan rekontruksi awal secara singkat.

Kronologisnya, Rabu 6 November 2019, korban dan tersangka janjian bertemu di rumah kos tersangka pada pukul 15.00 WITa. Namun korban tidak datang ke rumah kost tersangka.

Baca Juga :  Kejari Kendari Jadwalkan Eksekusi Sulkhani dan Riki Fajar

Pada pukul 21.00 WITa tersangka keluar mencari korban dan menemukan korban di gasebo depan SMA Negeri 1 Langgikima.

“Sehingga tersangka bertanya kepada korban, “kenapa kamu belum pulang”. Saat itu korban menjawab “saya takut pulang, nanti saya dimarahi,” kata Rahmat menceritakan percakapan tersangka dan korban.

Lalu tersangka menawarkan diri untuk mengantar korban pulang ke rumahnya dengan menggunakan motor masing-masing.

Dalam perjalanan menuju rumah korban, kendaraan yang digunakan korban berhenti di pertigaan jalan. Tersangka turun dari motor dan langsung naik ke motor korban dan membawa korban setelah sampai di lokasi tempat korban ditemukan, tersangka memcium korban.

“Korban langsung menampar tersangka sehingga tersangka marah. Saat itulah korban dihabisi oleh tersangka,” bebernya.

Atas perbutannya, tersangka disangkakan pasal 340 sebsider pasal 338 KUHP atau UU perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara maksimal seumur hidup.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...