Perjuangan Azila dan Akila untuk Hidup Normal Butuh Waktu 8 Sampai 9 Tahun

264
Ketgam : Bayi kembar Akila dan Azila di RSUD Kota Kendari. (Haerun)

Kendari, Inilahsultra.com – Bayi kembar siam Aqila Dewi Syabila dan Azila Dewi Sabrina menjalani operasi dan perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur dipulangkan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Jumat malam 15 November 2019, sekitar pukul 19.36 WITa.

Akila dan Azila merupakan bayi dempet dada dan perut menjalani operasi pemisahan di RSU dr Seotemo Surabaya pada 14 Agustus 2019 dengan selamat. Bayi kembar tersebut ditangani tim dokter sebanyak 70 orang.

Advertisements
- Advertisement -

Setelah menjalani operasi pemisahan dengan selamat, buah hati dari pasangan Jayasin (25) dan Salvina Dewi (20) menjalani perawatan secara intensif kurang lebih selama 3 bulan di RSU dr Soetomo Surabaya. Karena Azila kondisi tubuh tidak normal, tidak memiliki tulang di dada, maka harus dilakukab perawatan lebih lanjut. Sementara Akila kondisi badannya normal.

Setelah kondisinya keduanya dinyatakan membaik oleh tim dokter RSU di Surabaya, Akila dan Azila dipulangkan di tanah kelahiran melalui Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya menggunakan Lion Air menuju Kota Kendari pada 15 November 2019.

Di Bandar Udara Halu Oleo dijemput oleh Sekretaris Daerah Kota Kendari Nahwa Umar, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kendari Sri Lestari, Direktur RSUD Kota Kendari Amran Rahman, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Rahminungrum, Ketua Komite Medik RSUD Kota Kendari dr Heri Irawan, serta keluraga Akila dan Azila.

Akila dan Azila langsung mendapatkan perawatan lanjutan khusus di kamar Azalea 1, di gedung Private Medical Care Center (PMCC), RSUD Kota Kendari sampai kondisi keduanya membaik untuk dipulangkan di rumahnya.

Direktur RSUD Kota Kendari Amran Rahman menjelaskan kondisi Akila dan Azila saat ini. Dalam operasi dempet dada dan perut ini pasti ada yang tidak punya tulang atau tidak nomal.

Baca Juga :  J-Live Bold Satukan Komunitas di Kota Kendari Melalui Konser Jamrud

“Azila tidak normal karena tidak memiliki tulang di dada, sementara Akila relatif utuh atau normal meskipun juga tidak sempurna,’ kata Dirut RSUD Kota Kendari.

Untuk Azila, ia menjelaskan, telah dipasangkan plat setengah lingkaran kecil di dadanya, supaya dalam pertumbuhan bisa mengembang.

“Kita perkiraan pengembangan itu sampai umur 8 dan 9 tahun. Kalaupun bisa dikonstruksikan kembali pada usia 8 sampai 9 tahun ke depan tergantung dari perkembangan tubuhnya,” jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, pada posisi dempet perut ada otot yang utuh dan tidak utuh. Untuk Akila relatif utuh bagian perut. Tetapi pada Azila ada yang terkupas dan terpotong di otot perut yang berfungsi pada saat buang air besar, otot itulah yang berfungsi bisa buang air besar (BAB).

BAB ini, kata dia, harus dikeluarkan karena kalau lama tidak dikeluarkan akan timbul masalah-masalah baru, dan untuk mengeluarkan itu harus menggunakan alat.

“Saat ini alat itu untuk persiapan
pemakaian selama 30 hari diberikan RSU Soetomo, Surabaya. Untuk di Kota Kendari susah dicari bahkan hampir tidak ada. Kami sudah memesan di Surabaya sebelum stok yang disediakan habis,” ujarnya.

Kemudian di bagaian perut kedua bayi terdapat ada bekas jahitan sebagai tanda untuk membedakan bayi kembar antara Akila dan Azila.

“Kita bisa membedakan ketika melihat bagian perut. Akila ada tanda bekas jahitan lurus, sementara Azila tanda bekas jahitan huruf Z di bagian perut. Tanda inilah yang membedakan keduanya,” jelasnya.

Untuk Akila, pada saat menjelang usai remaja hasil jahitan pada saat operasi pada bagian dada tidak samam

“Pada saat Akila tumbuh besar antara payu dara kiri dan kanan tidak sama. Sehingga masuk usia remaja perlu rekonstruksi ulang supaya dada kiri dan kanan sama,” ujarnya.

Baca Juga :  3.596 Personel Amankan Natal dan Tahun Baru di Kendari

Lanjutnya, Akila dan Azila tetap mendapatkan perawatan di rumah sakit untuk menjaga kondisi agar tetap stabil dan baik. Keduanya sangat sensitif dengan kuman yang ada di sekitarnya.

Ia menuturkan, bayi kembar ini harus berada di lingkungan yang bersih, tidak boleh diberikan makanan sembarang, tidak boleh digendong begitu saja.

“Kami akan berusaha sambil berdoa untuk memberikan palayanan sampai tumbuh dewasa,” ujarnya.

RSUD Kota Kendari membentuk tim penanganan Akila dan Azila dan akan berkoordinasi dengan RSUP Bahteramas Sultra untuk bersama-sama memberikan perawatan lebih intensif.

“Kami akan menghadap langsung sama Gubernur Ali Mazi untuk meminta keterlibatan RSUP Bahteramas untuk bersama-sama dalam memberikan pelayanan kepada Akila dan Azila,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari Nahwa Umar mengungkapkan, selama menjalani perawatan di RSUD Kota Kendari, telah menyiapkan semua
penanganan Akaila dan Azila untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

“Selama menjalani perawatan di RSUD Kota Kendari kami siap membantu bayi ini, karena Akila dan Azila sulit untuk didapatkan,” ujarnya.

Mantan Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Kendari ini mengajak semua pihak baik dari Pemprov Sultra, perusahaan swasta, dan warga untuk bersama-sama membantu perawatan si kembar.

Meskipun keduanya saat ini menjalani hari-harinya dengan kondisi tidak normal bukan halangan untuk memberikan pelayanan.

“Karena tugas kita sekarang menjaga dan merawat Akila dan Azila sampai tumbuh normal dan dewasa. Saya harap kepada semua pihak bisa berkontribusi untuk membantu biaya perawatan mereka,” tutupnya.

Orang tua bayi kembar Jayasin mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jatim, Pemprov Sultra, dan Pemkot Kendari telah memberikan bantuan dan pendampingan kepada Akila dan Azila menjalani operasi dan perawatan kurang lebih 3 bulan di RSU Soetomo Surabaya, Jatim.

Baca Juga :  Ketentuan Korban PHK Tetap Bisa Dapat Tanggungan JKN-KIS hingga 6 Bulan

“Saya sangat bersyukur kepada maha kuasa dan ucapkan terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi atas keselamatan Akila dan Azila, sehingga saat ini keduanya bisa terlihat tersenyum,” ujarnya.

Ia menambahkan, kini Akila dan Azila telah memasuki usai 1 tahun 8 bulan dengan kondisi keseimbangan tubuh belum normal. Dirinya berharap dengan adanya perawatan saat ini dan seiring berjalannya waktu kondisi Akila dan Azila bisa normal seperti bayi-bayi lainnya yang normal di luar sana.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...