Tingkatkan Mutu Pendidikan Buteng, Lahirkan SDM Berkualitas

476
 

Labungkari, Inilahsultra.com- Bupati Buton Tengah (Buteng), H. Samahuddin percaya pembangunan daerah dapat terwujud bila ditopang oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.

Menurutnya, SDM berkualitas ini dapat diciptakan sejak dini. Salah satu langkah nyata yakni dengan meningkatkan mutu pendidikan disegala jenjang.

- Advertisement -

Apalagi hal ini juga bertalian dengan instruksi Presiden RI, Joko Widodo untuk menuju Indonesia yang berdaya saing dengan menciptakan SDM yang unggul disegala sektor pembangunan.

Olehnya, sejak Ia dilantik bersama Wakil Bupati Buteng, La Ntau pada 22 Mei 2017 lalu, peningkatan mutu pendidikan ini mulai ditata. Ia langsung turun ke lapangan untuk mengecek seluruh sekolah yang ada di Buteng.

Sekolah yang masih kurang dalam hal sarana dan prasana pendidikannya dicatat untuk menjadi perhatian utama.

“Insya Allah sektor pendidikan ini pelan-pelan kita akan lakukan. Saya sangat percaya, tanpa pendidikan mana bisa kita bangun daerah ini,” kata H. Samahuddin.

Hasilnya, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, pembangunan sektor pendidikan sudah mulai nampak. Pembangunan sarana pendidikan mulai dari ruang kelas belajar (RKB), laboratorium baik IPA maupun komputer dan pagar sekolah untuk kenyamanan belajar pelan-pelan sudah terealisasi.

“Namun kami juga menyadari pembangunan sektor pendidikan ini belum bisa menyasar seluruh sekolah yang ada. Olehnya keberpihakan pemerintah daerah dalam sektor pendidikan ini akan terus dimaksimalkan setiap tahunnya dengan menganggarkan sektor pendidikan sebesar 20 persen dari APBD,” katanya.

Ia juga menegaskan, mulai 2019 ini pihaknya juga sudah menganggarkan beasiswa melalui APBD. Beasiswa ini bisa digunakan masyarakat Buteng hingga ke perguruan tinggi dengan tujuan menciptakan SDM unggul yang dicita-citakan itu.

“Beasiswa ini kedepan akan kita tingkatkan besarannya agar jumlah masyarakat yang dijangkau semakin luas,” katanya.

H. Samahuddin menambahkan, masyarakat patut berbangga dengan kualitas pendidikan di Buteng ini. Pasalnya, beberapa waktu lalu MAN Buteng berhasil menjadi salah satu juara sekolah sehat tingkat nasional.

“Ini adalah tanda bahwa sekolah di Buteng sudah bisa bersaing. Bukan hanya bersaing dengan daerah lain di Sultra, melainkan pada level nasional. Olehnya, saya mengajak masyarakat untuk tetap menjaga suasana yang kondusif di daerah. Sebab kita dapat melaksanakan tahapan pembangunan dengan baik apabila dalam suasana yang aman, tenteram dan damai,” pintanya.

Tingkatkan Kompetensi Guru dan Kelengkapan Sarana Belajar

Wakil Bupati Buton Tengah La Ntau saat memberikan behasiswa kepada siswa-siswa Sekolah Dasar.

Selain pembangunan sarana dan prasarana pendidikan seperti ruang kelas, laboratorium hingga pagar sekolah, program peningkatan pendidikan di Buteng juga menyasar peningkatan mutu dan kompetensi guru.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Abdullah menjelaskan, kurikulum pendidikan saat ini fokus pada peningkatan mutu. Mulai dari kompetensi gurunya sampai kompetensi siswa.

“Khususnya guru, kalau guru sudah bermutu maka pada akhirnya akan berimplikasi pada peningkatan mutu dan kualitas siswa,” katanya.

Kata dia, peningkatan kompetensi guru ini dituangkan dalam bentuk bantuan kepada guru yang hendak menjalani pendidikan profesi guru atau istilahnya sertifikasi.

Keberpihakan Pemkab Buteng untuk peningkatan komptensi guru ini yakni dengan menyiapkan bantuan senilai Rp 7 juta melalui APBD bagi guru yang hendak menempuh pendidikan profesi ini.

Komitmen ini dilaksanakan agar para guru tidak terbebani biaya saat hendak meningkatkan kemampuan kompetensinya melalui sertifikasi pendidikan ini. Ia meyakini, dengan langkah ini maka akan semakin banyak guru di Buteng yang memiliki kompetensi sesuai dengan yang diharapkan.

Selain itu, Pemkab Buteng juga berhasil membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dengan menghadirkan akses sarana seperti pengadaan komputer.

Kata dia, pengadaan sarana komputer ini adalah hal paling mendasar dari peningkatan mutu. Saat ini, sarana komputer sudah terpenuhi 50 persen.

Keberhasilan ini sudah mulai terealisasi sejak 2018 lalu. Terdapat lima sekolah di Buteng yang mendapat bantuan dari pusat melalui Dana Lokasi Khusus (DAK).

“Alhamdulillah tahun 2019 kita juga kembali mendapat bantuan didua sekolah. Diantaranya SMP Negeri 7 Buteng di Talaga dan SMP Negeri 10 Buteng di Kecamatan Lakudo,” katanya.

Dengan hadirnya bantuan ini maka Ia menargetkan pada tahun ajaran ini, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Buteng akan terlaksana 100 persen pada 2020 mendatang. (adv)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...