Launching Pilkada Muna, KPU Sultra : Perbedaan Pilihan Jangan Putus Silaturrahmi

Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir Moethalib saat memberikan sambutan di acara launching Pilkada Muna. (Istimewa)
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra La Ode Abdul Natsir Moethalib melaunching gelaran Pilkada Muna 2020, Minggu 17 November 2019.

-Advertisements-

Dalam sambutannya, ia mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Muna atas dukungan pembiyaan Pilkada Muna 2020.

“Setelah dilakukan pembahasan bersama antara penyelenggara pemilu yang berjalan baik dan lancar sehingga dapat dilakukan penandatanganan NPHD tepat waktu, sebagaimana UU Pilkada, Permendagri 54/2019 dan PKPU 15 tahun 2019 tentang Tahapan Program dan Jadual Pemilihan Kepala Daerah Serentak tahun 2020,” katanya.

Ia menekankan, Pilkada Muna 2020 harus menjadi role model atau contoh bagaimana Pilkada yang baik bagi daerah lain.

“Untuk itu, saya meminta kepada KPU Kabupaten Muna dan jajarannya sebagai penyelenggara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Muna yang merupakan kabupaten penyelenggara Pilkada 2020 agar tetap berpegang teguh pada amanah, bekerja secara jujur adil dan profesional, serta menghadirkan pelayanan prima kepada seluruh pemilih dan peserta yang merupakan stakeholders kunci pemilihan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa tantangan bagi KPU kabupaten untuk menyebarluaskan informasi pada masyarakat Kabupaten Muna pelaksanaanan Pilkada Muna 2020.

“Kegiatan launching peluncuran tahapan Pilkada Muna 2020 hari ini dilaksanakan untuk menyebarluaskan informasi Pilkada kepada Masyarakat khususnya Masyarakat Kabupaten Muna,” bebernya.

Ia menyebut, salah satu ukuran keberhasilan pemilu atau pemilihan ditandai dengan meningkatnya partsipasi pemilih.

Target Nasional angka partisipasi pemilu/pemilihan sebesar 77,5 persen. Dalam hal ini Kabupaten Muna menunjukan kenaikan partisipasi pemilih yang meyakinkan, pada pilgub 2018 sebanyak 62,9 persen, Pemilu 2019 sebanyak 74,6 persen.

“Marilah kita menyambut Pilkada Muna Tahun 2020 dengan riang gembira, perbedaan pilihan tidak perlu sampai memutus silaturrahmi karena Pemilu hanyalah instrumen untuk menentukan para pemimpin baik eksekutif maupun legislatif melalui pemilihan langsung oleh rakyat,” tuturnya.

Ia juga mengajak agar menjauhi berita bohong (hoaks). Sebab, era media sosial saat ini membutuhkan memilih berita yang produktif bukan profokatif, sehingga perlu saring sebelum sharing.

“Tolak politik yang (money politic), jaga persaudaraan dan mari kita wujudkan Pilkada Muna Tahun 2020 yang berintegritas baik proses maupun hasilnya,” pungkasnya.

Penulis : Harkila

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...