Aliran Listrik ke Perusda Mainawa Buton Diputus

Kantor Perusda Mainawa Kabupaten Buton.
Bacakan

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Perusahaan Daerah (Perusda) Mainawa Kabupaten Buton menghadapi masalah. Setelah Plt Direktur Edy Sunarno, kini aliran listrik ke Perusda harus diputus karena menunggak.

-Advertisements-

Pemutusan aliran listrik Perusda Mainawa tersebut dibenarkan Manager PLN Rayon Pasarwajo, Sadrach.

“Ya, Kantor eks Dinas Perhubungan samping Kantor KPU Buton (PD Mainawa), benar sudah diputus tanggal 20 November 2019,” katanya, saat dikonfirmasi via WhatsApp, Jumat 22 November 2019.

Sadrach menjelaskan, Perusda menunggak tagihan listrik selama dua bulan sejak Oktober-November 2019. Jumlahnya sebesar Rp 378.752.

Mantan Plt Direktur Perusda Mainawa, Edy Sunarno mengatakan, pemutusan listrik tersebut sudah diketahui oleh karyawan Perusda Mainawa. Sehingga Edy mengaku tidak kaget.

Tagihan listrik tak sanggup dibayar Perusda karena selama ini tak ada anggaran yang diberikan ke Perusda.

“Sejak 1 Agustus lalu kita berkantor, untuk pembayaran listrik hanya modal patung-patungan karyawan saja,” ujarnya, saat ditemui di Pasarwajo.

Mantan Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Buton ini mengaku, hingga saat ini belum mengetahui besaran dana yang diporsikan untuk Perusda dalam APBD Perubahan 2019 ini.

“Kemarin saat pembahasan anggaran perubahan katanya dianggarakan. Tapi sampai saat ini kita belum diperlihatkan DPA-nya (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) dari bagian Ekonomi,” tutur Edy Sunarno.

Diketahui, Edy Sunarno mengundurkan diri karena sejak ditunjuk menjadi Plt Direktur Perusda Minawa tidak mendapatkan dana operasional, termasuk upah/gaji untuk karyawan sebagaiman diatur dalam Surat Perjanjian Kerja dengan KPM PD Mainawa. Padahal mereka sudah melaksanakan tugas sesuai kontrak KPM PD Mainawa.

Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...