Sampaikan Pesan Mendikbud, Wabup Buton Pimpin Upacara Hari Guru

39

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton memperingati Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-74, Senin 25 November 2019.

Mewakili Bupati Buton, Wakil Bupati (Wabup) Iis Elianti menyampaikan pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim.

Advertisements
- Advertisement -

Iis Elianti mengatakan, tradisi hari guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Kendati demikan Mendikbud memohon maaf karena pidatonya sedikit berbeda.

Mendikbud berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Menurut Iis, Mendikbud menyadari guru Indonesia yang tercinta, memiliki tugas yang mulia dan tersulit.

Mereka ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Guru ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

“Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan,” tandasnya.

Kata dia, guru ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Guru frustasi karena mereka tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

“Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi,” cetusnya.

“Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi,” imbuhnya.

Iis menjelaskan, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim tidak akan membuat janji-janji kosong kepada guru. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, ia akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Baca Juga :  Sistem Zonasi di Buton Terlaksana Baik

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun guru berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda. Yakni, ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar. Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas, cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri serta tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Kata dia, apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Usai peringatan hari guru, dilanjutkan dengan dialog tentang perspektif pendidikan di era revolusi industri 4.0 di Kabupaten Buton.

Tampil sebagai Narasumber dalam dialog ini Wakil Bupati Buton Iis Elyanti, Sekretaris Daerah La Ode Zilfar Djafar, Kapolres Buton AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga dan Kasi Intel Kajaksaan Negeri Buton La Ode Firman.

Diskusi itu bertema peran strategis guru dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia unggul. Diskusi ini digelar di Gedung Wakaka Kecamatan Pasarwajo, Senin 25 November 2019.

Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...