Pernikahan Usia Dini Rentan Timbulkan KDRT

135
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Maraknya bullying di kalangan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Buton menggelar sosialisasi pencegahan perkawinan anak dan perundungan anak (bullying) di sekolah. Kegiatan tersebut di pusatkan di Aula Kantor Bupati Buton, Selasa 26 November 2019.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buton, Ilham Habinibo mengatakan, persoalan pernikahan anak usia dini dan bullying anak di sekolah masih sering terjadi.

- Advertisement -

“Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyebutkan satu dari enam anak perempuan di Indonesia menikah sebelum berusia 18 tahun,” ujar dia.

Bahkan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga mencatat setiap tahun ada 340.000 anak perempuan yang menikah sebelum genap berusia 18 tahun.

“Padahal kita ketahui bahwa pernikahan pada usia dini bisa menimbulkan masalah seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta peningkatan resiko kematian ibu saat hamil dan melahirkan,” paparnya.

Dia menjelaskan, menikah di usia dini menambah masalah karena banyak dampak buruk dari pernikahan tersebut. Pernikahan pada usia dini membuat anak perempuan rentan mengalami pelanggaran hak dan tercabut dari kebahagiaan masa anak-anak.

Dia mengatakan, pelanggaran hak anak juga merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Perkawinan anak selain mengancam kegagalan Sustainable Development Goals atau tujuan pembangunan berkelanjutan dan mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Ini memiliki korelasi yang positif dengan indeks kegagalan kemiskinan dari segi pendidikan. Pasti banyak anak yang putus sekolah karena sebagian besar anak yang menikah dibawah usia 18 tahun tidak melanjutkan sekolahnya,” terangnya.

Kasus anak, lanjut dia, tidak hanya tentang perkawinan. Data dari bidang pendidikan di Indonesia untuk kasus anak pelaku kekerasan atau bullying paling banyak terjadi. Dari 161 kasus, 41 kasus diantaranya adalah kasus anak pelaku kekerasan dan bullying.

Kata dia, ada beberapa faktor penyebab terjadinya masalah kekerasan terhadap anak. Diantaranya masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang kekerasan, layanan terhadap anak korban kekerasan, dan rendahnya tingkat ketahanan keluarga dalam rangka pencegahan kekerasan terhadap anak.

Sehingga, tambah dia, sudah menjadi tugas kita semua untuk memutuskan lingkaran setan perkawinan anak dan perundungan anak atau bullying.

Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...