Bentrok Dua Desa di Buteng Akibat Miras

1029
Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam

Labungkari, Inilahsultra.com – Bentrok dua wilayah di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), antara Desa Wadiabero dan Kelurahan Tolandona, Rabu 27 November 2019, memakan korban jiwa bernama LM Hidayat Hamzah alias Dayat 21 tahun.

Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Merdisyam turun langsung meninjau lokasi, Kamis 28 November 2019.

Advertisements
- Advertisement -

Dia menceritakan, awal mula kejadian tersebut dipicu pengaruh minuman keras (Miras) sehingga terjadilah tindakan penikaman yang menimbulkan korban jiwa.

“Korban tadi malam satu orang meninggal dunia,” ungkap Merdisyam.

Akibat kejadian itu, warga Tolandona yang menjadi korban penikaman secara spontanitas langsung menyerang Desa Wadiabero. Akibatnya 25 rumah terbakar dan beberapa rusak.

“Saat ini kita masih inventarisir jumlah rumah yang menjadi korban pembakaran maupun yang rusak untuk dilakukan rehabilitasi bersama pemerintah daerah setempat,” katanya.

Pascakejadian tersebut, lanjut Merdisyam, pihaknya saat ni telah mengamankan beberapa terduga pelaku dalam bentrok warga antara Desa Wadiabeoro dan Kelurahan Tolandona itu.

“Saat ini sudah kita amankan beberapa orang. Kita dalami dulu keterlibatannya,” ungkapnya.

Meski begitu, Ia tak merinci pasti berapa jumlah pelaku yang sudah diamankan. Kata dia, semua itu masih dalam proses penyelidikan.

Untuk menghindari bentrok susulan, pihaknya menyiagakan personil kepolisian dari Polres Baubau dibantu Polres Muna dan Polres Buton. Tak ketinggalan juga dari unsur TNI dan Pemerintah Daerah khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buteng.

“Dari awal kita sudah mengambil langkah. Kami dari kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah langsung bersinergi untuk melakukan penanganan perkara terkait pelanggaran pidana,” katanya.

Merdisyam menjelaskan, situasi di kedua wilayah sudah mulai kondusif. Apalagi sudah ada pertemuan dan kesepakatan bersama untuk langkah pemulihan.

Baca Juga :  Dikeroyok 30 Orang, Pria di Buteng Ditikam Bagian Perut Dua Kali

“Tadi kita sudah pertemukan, sudah mulai kondusif, kita minta jangan hanya aparat keamanan saja yang bekerja, mari kita bersama-sama menjaga keamanan baik dari tokoh-tokoh masyarakat maupun tokoh-tokoh agama,” pintanya.

Sementara, Bupati Buton Tengah, H Samahuddin mengatakan, pascabentrok ini pihaknya akan mencari solusi terkait rumah-rumah warga yang terbakar dan rusak.

“Yang jelas masyarakatku saya akan pikirkan bantuannya. Saya bersama DPRD Kabupaten Buton Tengah akan rapatkan dulu untuk mencarikan solusi terbaik buat korban bencana bentrok ini,” ungkapnya.

Terkait dengan pemicu bentrok akibat minuman beralkohol, orang nomor satu di Buton Tengah ini berencana membuat peraturan daerah agar minuman beralkohol bisa diatasi.

“Kalau bisa kita jangan ada lagi minuman beralkohol di Buton Tengah ini, kita upayakan ada Perda untuk mengatur minuman beralkohol ini,” tutupnya.

Reporter: LM Arianto

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...