Tiga Dimensi Budaya Menyatu Dalam Buton Selatan Festival

130
Penampakan perahu Boti saat memasuki lapangan Lakarada Batauga Kabupaten Buton Selatan.

Batauga, Inilahsultra.com – Tekad Plt Bupati Buton Selatan (Busel) La Ode Arusani membumingkan pariwisata, budaya, dan kelautan di dalam dan luar negeri bukan isapan jempol belaka.

Orang nomor satu di Busel itu mempromosikan pariwisata, budaya, dan kelautan melalui Buton Selatan Festival dengan mengambil tema besar ‘Keajaiban Buton Selatan’.

Advertisements
- Advertisement -

Bagaimana tidak, festival perdana yang rangkaiannya dimulai sejak kemarin, Jumat 29 November 2019, menjadi nafas kabupaten yang diyakini bisa menjadikan Busel lebih maju lagi kedepannya dengan mengandalkan potensi pariwisata, budaya, dan kelautan.

Memasuki hari kedua ini, salah satu rangkaian Buton Selatan Festival adalah parade karnaval budaya berjalan sukses. Ribuan peserta yang terdiri dari berbagai elemen antusias memeriahkan karnaval budaya ini.

Yang menonjol dalam karnaval budaya bertema ‘Merawat Indonesia’ ini, beberapa kontingen menampilkan perahu Boti yang menandakan bahwa penduduk Busel sebagian besar memiliki mata pencaharian di laut.

Peserta karnaval yang mulai berjalan dari taman perahu Boti dan finish di Lapangan Lakarada Batauga ini sudah disambut Gubernur Sultra, Ali Mazi didampingi Plt Bupati Busel, La Ode Arusani dan beberapa kepala daerah diantaranya Wali Kota Baubau, AS Tamrin.

Plt Bupati Busel, La Ode Arusani berharap Buton Selatan Festival ini dapat menjadi jendela untuk melihat lebih dekat keragaman budaya serta keindahan alam Kabupaten Buton Selatan.

“Inilah upaya pemerintah Kabupaten Buton Selatan untuk ambil bagian dalam upaya merawat Indonesia, melalui pelestarian adat dan budaya lokal sebagai bagian dari rumah besar bernama Indonesia,” pungkas orang nomor satu di Busel ini.

Kadis Pariwisata Busel La Ode Harwanto menambahkan, dalam Buton Selatan Festival ini memadukan tiga dimensi budaya yang ada di Busel. Yakni budaya masa lampau, budaya masa kini (sekarang) dan budaya masa depan.

Baca Juga :  Jejak Purbakala Wisata Alam Sawapudo Konawe

“Dalam festival ini yang ditampilkan budaya masa lampau, seperti ritual-ritual adat atau kegiatan ritual rutin jaman dulu yang coba kita hidupkan kembali. Kalau masa kini dan masa depan, kita adakan lomba joget,” tambahnya.

Reporter: Muhammad Yasir

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...