Usai Bentrokan, Dua Kampung di Buteng Sudah Aman

120
 

Kendari, Inilahsultra.com – Bentrok dua kelompok warga di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), antara Desa Wadiabero Kecamatan Gu dan Kelurahan Tolandona, Kecamatan Sangia Wambulu memakan korban jiwa bernama LM Hidayat Hamzah alias Dayat (21) serta puluhan rumah terbakar beberapa hari yang lalu.

Bentrok tersebut dipicu akibat dalam pengaruh minuman keras (miras), sehingga terjadi tindakan penikaman yang menimbulkan korban jiwa.

- Advertisement -

“Makanya kemarin kita mengambil satu kesepakatan antara bupati dan ketua DPRD dan tokoh masyarakat. Kesepakatan itu membuat satu Peraturan Daerah (Perda) terkait miras. Ini suatu hal positif yang diambil dari persitiwa tersebut,” kata Kapolda Sultra Brigjen Pol Medisyam di Rujab Gubenrur Sultra, Jumat 29 November 2019.

Usai bentrok, mantan Direktur Sosial Budaya Baintelkam Mabes Polri ini menjelaskan, kondisi saat ini dua wilayah yang bentrok kemarin di Buteng sudah kondusif dan aman.

“Alhamdulilah sudah aman, karena sudah ada kesepakatan kedua belah pihak sudah tercapai, dan bupati langsung menginisiasi. Kami TNI Polri selalu mendukung penuh langkah yang ditempuh,” jelasnya.

Sebenarnya, lanjut orang nomor satu di Kepolisian Sultra ini, antara satu dengan yang lain terlibat bentrok masih bersaudara antara kampung satu dengan kampung lainnya.

“Memang kemarin kita kedepankan dulu penyelesaian dilakukan dengan cara proses kekeluargaan. Tetapi tidak menutup permasalahan terkait dengan pidana yang ada tetap berjalan,” jelasnya.

Sampai saat ini, lanjuntnya, proses penyelidikan tetap masih berjalan di Polsek Baubau untuk mengungkap pelaku pembakaran puluhan rumah warga.

“Pelaku penikaman sudah ditangkap, dan pelaku pemabakaran masih dalam penyelidikan di Polres Baubau,” tutupnya.

Sementara menanggapi bentrok tersebut dipicu miras, Gubernur Sultra Ali Mazi menjelaskan, memang bisa saja berawal dari minuman keras (miras), karena di daerah ini tidak aktivitas atau kegiatan apa-apa untuk masyarakat terutama di Buteng.

“Mungkin mereka iseng-iseng minum sama teman, naik motor gas-gas keras sehingga mungkin temannya tersingung. Maka disitulah mungkin terjadi keributan antar pemuda,” jelas Ali Mazi saat di temui di rujabnya, Jumat 29 November 2019.

Terkait pembentukan perda tentang miras dari Pemda Buteng, Ali Mazi mengatakan, biar juga menerbitkan Peraturan daerah (Perda) mau diapakan itu miras. Sebenarnya Ini menyangkut kesadaran orang.

“Bagaimana kita bangun kesadaran masyarakat bahwa sebetulnya hal-hal yang kita lakukan seperti mabuk itu tidak bagus. Mari kita hindari ini untuk menciptakan situasi yang kondusif, harmonis diantara sesama kita. Sehingga pertumbuhan ekonomi kita cepat,” jelasnya.

Maka dari itu Politikus NasDem ini meminta masyarakat Buteng untuk tetap menjaga harmonisasi dan kedamaian.

“Saya mohon kepada seluruh masyarakat Buteng jangan terprovokasi, dan saya minta kepada masyarakat untuk menjaga kedamaian dan harmonisasi,” ujarnya.

Lanjut Ali Mazi, semua masyarakat di Buteng itu adalah saudara dan keluarga. Hentikan semua masalah-masalah dalam bentuk apapun yang dapat merugikan.

“Hentikan semua masalah-masalah menyangkut pribadi dan kelompok yang merusak persaudaraan masyarakat, karena itu bukan keinginan para leluhur kita,” ujarnya.

Orang nomor satu di Sultra ini mengatakan, saat ini Sultra sedang giat melaksanakan pembangunan dengan ketertinggalan. Untuk itu, Ali Mazi mengimbau masyarakat jangan membuat situasi dan suasana huru-hara di Bumi Anoa.

“Jangan sampai kita sulit dalam menjalankan pelaksanaan pembangunan yang sedang kita lakukan,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...