Diduga Loloskan Cakades Berijazah Palsu, Kantor Bupati Mubar Didemo

1316
Puluhan warga menggelar demo soal dugaan ijasah palsu cakades. (Muh Nur Alim)

Laworo, Inilahsultra.com – Panitia Pemilihan Kepala Desa (Kades) tingkat Kabupaten Muna Barat (Mubar) didemo puluhan warga karena dinilai telah meloloskan salah satu bakal calon Kades Katela, Kecamatan Kusambi, Ahmat Rera yang diduga menggunakan ijazah palsu.

Puluhan masa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Katela (AMK) menggelar demo di Kantor Bupati Muna Barat (Mubar), Senin 2 Desember 2019.

Advertisements
- Advertisement -

Mereka meminta kepada ketua panitia pemilihan kepala desa tingkat Kabupaten Mubar untuk membatalkan atau mencabut rekomendasi yang telah meloloskan Ahmat Rera.

Massa menilai, Ahmat diduga melanggar Permendikbud No. 29 tahun 2014 pasal 2 ayat 6 dan Perbub No. 80 Tahun 2017 pasal 24 Huruf D tentang Pilkades.

Koordinator aksi, La Kamara, mengatakan, surat keterangan pengganti ijazah Ahmat Rera, tidak sesuai dengan format I.a lampiran surat keterangan pengganti ijazah pasal 2 ayat 3 Permendukbud No. 29 Tahun 2014 tentang pengesahan foto kopi atau Surat Tanda Tamat Belajar dan penerbitan surat.

“Surat keterangan pengganti ijazah atau STTB jenjang pendidikan dasar dan menengah sehingga tidak memenuhi syarat sebagai calon kepala desa sesuai dengan Perbub No. 20 Tahun 2017” kata La Kamara.

Kata dia, adanya ketidaksesuaian antara keluarnya ijazah paket B tahun 2011 dan kehilangan ijazah asli SD di tahun 2006 dan keluarnya surat keterangan pengganti Ijazah di tahun 2017.

Sehingga menurutnya, yang menjadi acuan dikeluarkannya ijazah paket B Ahmat Rera berbeda di tahun 2011, sementara surat keterangan pengganti ijazah terbit di tahun 2017.

“Untuk itu saya meminta kepada Bupati Mubar, mengevaluasi kinerja panitia pemilihan kepala desa tingkat Kabupaten Muna Barat, karena kurang cerdas dalam mengeluarkan keputusan dan mengeluarkan rekomendasi kepada panitia pemilihan kepala desa untuk mengakomodir dan meloloskan saudara Ahmat Rera sebagai calon Kepala Desa Katela,” terangnya.

Baca Juga :  KPU Sultra Tetapkan 27 April Pelaksanaan PSU Serentak

Mereka juga meminta kepada Kesbang Pol Mubar untuk meninjau ulang dan membatalkan hasil klarifikasi No.045:/527/2019 atas laporan pengaduan Ahmat Rera sebab dasar putusan hasil klarifikasi bertentangan dan melabrak peraturan perundang-undangan.

“Kami juga meminta kepada DPRD Mubar untuk mengawal proses hukum dugaan pemalsuan dokumen calon kepala Desa Katela atas nama Ahmat Rera,” imbuhnya.

Selain itu, mereka meminta Kapolres Muna untuk menindaklanjuti secara serius laporan soal adanya dugaan pemalsuan dokumen dan surat – surat negara tersebut.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon selulernya, Ahmat Rera membantah tuduhan pendemo tentang pemalsuan dokumen dan surat-surat negara tersebut.

Menurutnya, demo terhadap dirinya murni persaingan politik yang sengaja dilakukan oleh rivalnya.

“Mereka hanya mencari kesalahan saya, agar saya tidak bertarung di pilkades nanti. Ini merupakan suatu bertanda bahwa persaingan politik sudah tidak sehat, karena mereka mencari-cari kesalahan saya,” jelas Ahmat.

Penulis : Muh Nur Alim

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...