Direktur Tak Kunjung Dicopot, Pegawai Pangkas Pelayanan di RSUD Baubau

234
Pengumuman penurunan standar pelayanan terpasang di kaca gedung RSUD Baubau, Senin 2 Desember 2019.

Baubau, Inilahsultra.com – Wali Kota Baubau, AS Tamrin belum juga mencopot Direktur BLUD RSUD Baubau dr Nuraeni Djawa. Pencopotan itu merupakan tuntutan para pegawai dan dokter dalam mosi tidak percaya yang dilayangkan Kamis 28 November 2019 lalu.

Dalam mosi tersebut, Wali Kota Baubau diberi batas waktu selama 3×24 jam untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut terhitung sejak menyatakan mosi tidak percaya. Jika tidak, dokter dan pegawai RSUD Baubau akan menurunkan standar pelayanan kepada masyarakat.

Advertisements
- Advertisement -

Rupanya tuntutan tersebut tidak juga ditindaklanjuti. Para dokter dan pegawai pun merealisasikan ancamannya. Kuantitas pelayanan kepada masyarakat pun diturunkan sejak hari ini, Senin 2 Desember 2019.

Akibatnya, jika sebelumnya pelayanan terhadap pasien dimulai dari pukul 08.00-14.00 Wita, kini tersisa dua jam saja, tepatnya mulai pukul 10.00-12.00 Wita. Namun khusus pasien emergency tetap dilayani di Unit Gawat Darurat (UGD).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, Roni Muhtar langsung mengambil langkah terhadap konflik internal antara pegawai dan Direktur RSUD Baubau ini.

Bersama sejumlah pejabat Pemkot Baubau, Roni Muhtar memediasi kisruh yang dilangsungkan di Aula Gedung Biru RSUD Baubau, Senin 2 Desember 2019.

Ditemui usai rapat mediasi, Sekda Roni Muhtar menuturkan, pihaknya mengadakan rapat untuk mencari solusi untuk menyelesaikan masalah, jika di RSUD Baubau memang ada masalah.

“Hasil rapat tadi saya akan lapor ke Wali Kota,” tuturnya.

Nantinya, lanjut Roni, akan dibentuk tim monitoring evaluasi (Monev) yang ditugaskan di RSUD Baubau untuk melihat masalah apa saja yang terjadi.

“Karena (RSUD) ini milik Pemkot, maka timnya berasal dari Pemkot yang independen, tidak berpihak ke pegawai atau pun ke direktur,” ujarnya.

Sementara itu, dr Lukman mengatakan, dari mediasi yang sudah dilaksanakan, tidak ada kesepakatan yang terealisasi agar polemik yang terjadi di tubuh RSUD Baubau bisa diselesaikan.

Baca Juga :  Bumi Mulai Sesak, BKKBN Terus Kampanyekan Program Dua Anak Cukup

“Sangat sedikit harapan. Ini adalah gerakan dari semua elemen RSUD Baubau, mulai dari komite medis, komite keperawatan, pegawai dan lain sebagainya,” tegasnya.

Untuk diketahui, pengumuman penurunan standar pelayanan tertempel di pintu setiap Poli yang ada di Gedung Biru RSUD Baubau. Mulai dari Poli gigi, syaraf, anak, jantung, mata, THT, bedah, interna, obgyn, kulkel dan umum.

Reporter: Muhammad Yasir

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
loading...