Samahuddin Dorong Produktifitas Nelayan Tradisional

48
 

Labungkari, Inilahsultra.com – Sektor perikanan menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Tengah (Buteng) dibawah komando Bupati dan Wakil Bupati, H. Samahuddin-La Ntau. Sepanjang tahun 2019 ini, berbagai program telah digelontorkan guna meningkatakan produktifitas nelayan tradisional.

Salah satunya dengan memberikan bantuan kapal tangkap berkapasitas 3 Gross Tonase (GT) kebawah sebanyak 35 unit. Bantuan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Selain bantuan fisik, nelayan tradisional juga mendapat program jaminan perlindungan atas risiko nelayan berupa asuransi. Sedikitnya 796 kartu asuransi nelayan untuk semua desa dan kelurahan yang ada di Buteng telah disalurkan.

Bupati Buton Tengah, H. Samahuddin mengatakan, sektor perikanan menjadi prioritas karena 70 persen masyarakat Buteng menggantungkan hidupnya dari hasil perikanan dan kelautan. Olehnya diperlukan dorongan dan stimulus dari pemerintah agar produktifitas hasil tangkap nelayan bisa ditingkatkan.

Apalagi bantuan kapal tersebut juga dilengkapi dengan beberapa penunjang lainnya. Seperti alat tangkap ikan berupa pukat atau jaring, live jacket, lampu suar pada malam hari, dan kompas.

Semuanya ini, kata H. Samahuddin diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Hal ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Buteng untuk terus memperhatikan kebutuhan masyarakat khususnya para nelayan.

“Tentu kedepan ini menjadi komitmen kami beserta DPRD Buteng untuk terus mendorong program bantuan seperti ini. Kita harapkan nelayan yang ada di Kabupaten Buteng diperhatikan dengan serius. Sebab, wilayah Kabupaten Buteng sebagian besar adalah daerah pesisir,” katanya.

Orang nomor satu di Buteng ini berharap bantuan dari pemerintah bisa dimanfaat sebaik-baiknya oleh masyarakat. Utamanya bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarganya.

Warga saat menyalami Bupati Buteng Samahuddin dan menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemkab Buteng.

Ia berharap agar bantuan ini jangan hanya disimpan di kolong rumah. Pergunakanlah sesuai peruntukannya agar pendapatan dan kesejahteraan bisa dicapai bersama.

“Bantuan yang sudah diberikan pemerintah ini juga tidak diperjual belikan. Kalau sampai diperjual belikan akan kena sanksi pidana dan tidak akan dua kali diberikan bantuan lainnya,” kata Samahuddin mewanti-wanti.

La Ramo sapaan akrab H. Samahuddin ini mengajak masyarakat yang belum mendapatkan bantuan agar bersabar. Menunggu giliran karena 2020 mendatang akan ada lagi bantuan yang sama.

Ia menegaskan pada 2020 nanti bantuan serupa akan ditingkatkan. Dari hasil komunikasi bantuan pada 2020 naik menjadi 46 unit.

Terkait asuransi, H. Samahuddin menjelaskan nelayan akan mendapat jaminan apabila terjadi musibah saat melaut. Asuransi ini akan dibayarkan kepada ahli waris nelayan yang bersangkutan.

“Baik meninggal di laut ataupun didarat akan mendapat asuransi dengan jumlah yang berbeda tentunya. Tapi kita berdoa agar kita semua terhindar dari segala musibah,” katanya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Buteng, Muh Rijal menambahkan, bantuan 35 unit perahu berkapasitas 3 GT kebawah beserta fasilitas alat tangkapnya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2019 sebesar Rp 2,6 miliar.

35 unit kapal ini disalurkan kepada nelayan di beberapa kecamatan yang ada. Diantaranya, Kecamatan Mawasangka sebanyak 15 unit, Lakudo enam unit, Gu empat unit, Sangia Wambulu empat unit, Masteng dua unit, Mastim dua unit, dan Talaga Raya satu unit.

“Talaga Raya satu unit saja karena pada 2018 lalu sudah mendapatkan banyak fasilitas koperasi dengan mesin jonson enam unit. Kecamatan Mawasangka banyak kita berikan, karena banyak juga nelayan disana,” tukasnya. (adv)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...