SamaTau Maksimalkan Pelayanan Kepada Masyarakat

105
 

Labungkari, Inilahsultra.com – Bupati dan Wakil Bupati Buteng, H. Samahuddin-La Ntau berkomitmen penuh menghadirkan pelayanan prima kepada masyarakat. Berbagai program pembangunan terus digencarkan pasangan dengan jargon SamaTau ini untuk memaksimalkan pelayanan dasar.

Salah satunya dengan menghadirkan masing-masing satu unit kendaraan operasional untuk dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kendaraan khusus yang diterjunkan ke lapangan ini dipercaya bisa memberikan efek karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dua kendaraan operasional itu diserahkan langsung Bupati Buteng, H. Samahuddin dan Wakil Bupati Buteng, La Ntau secara bersamaan di Kantor Bupati Buteng, Senin 2 Desember 2019.

Bupati Buteng, H. Samahuddin menyerahkan satu unit kendaraan merk Luxio kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Buteng, Nurlia Husuni. Kendaraan ini merupakan hasil komunikasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

Sedang Wakil Bupati Buteng, La Ntau menyerahkan satu unit kendaraan operasional jenis truck kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buteng, H. Alimuddin. Kendaraan ini bersumber dari APBD Buteng tahun anggaran 2019 senilai Rp 450 juta.

“Mudah-mudahan dengan adanya bantuan ini bisa lebih baik lagi,” pesan Bupati Buteng, H. Samahuddin kepada dua OPD saat menyerahkan bantuan kendaraan operasional dari pemerintah pusat kepada Kepala DP3A Buteng, Nurlia Husuni.

Orang nomor satu di Buteng ini tak lupa mengucap syukur dan berterima kasih kepada pemerintah pusat. Melalui komunikasi yang baik, pemerintah pusat bersedia memberikan perhatian untuk meningkatkan pelayanan masyarakat Buteng.

La Ramo sapaan akrab H. Samahuddin ini tak lupa mewanti-wanti OPD penerima bantuan kendaraan operasional ini. Ia berharap agar kendaraan operasional itu dapat dimanfaatkan dan difungsikan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat.

“Tidak ada alasan lagi operasional dilapangan tidak dijalankan. Kendaraan ini harus difungsikan untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” tegas H. Samahuddin.

Kepala DP3A Buteng, Nurlia Husuni menjelaskan, bantuan mobil operasional dari kementerian ini dikhususkan untuk melayani korban kekerasan baik kepada perempuan maupun anak. Baik korban kekerasan secara fisik, seksual maupun psikis.

“Jadi kendaraan ini untuk menjemput korban. Kami juga akan siapkan call center, masyarakat tinggal menghubungi kami dinomor itu jika mengalami kekerasan, nanti kami jemput 1×24 jam pelayanan,” katanya.

Mobil operasional ini juga berfungsi untuk meningkatkan pendampingan. Baik dalam rangka menangani maupun mengobati traumatik korban kekerasan.

Kata Nurlia Husuni, didalam mobil operasional ini telah dilengkapi beberapa aksesoris pendukung. Aksesoris itu untuk melengkapi laporan secara manual maupun secara simphoni.

“Bantuan ini kedepan akan menjadi aset daerah. Berdasarkan informasi pihak kementerian, bantuan operasional ini untuk sementara berakhir pada 2019 ini. Kita belum tahu kapan program ini akan diberlakukan lagi,” katanya.

Wakil Bupati Buton Tengah La Ntau saat menyerahkan satu unit mobil kebersihan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buteng, H. Alimuddin.

Kepala DLH Buteng, H. Alimuddin menjelaskan peruntukan pengadaan mobil operasional di instansi yang dipimpinnya. Kata dia, mobil ini akan difungsikan sebagai armada pengangkut sampah.

Dengan tambahan satu unit ini, maka DLH Buteng kini telah memiliki dua armada pengangkut sampah. Dua unit armada ini rencananya akan diaktifkan untuk melayani enam kecamatan di Kabupaten Buteng.

“Jadi masing-masing armada akan kita siagakan untuk melayani tiga kecamatan,” katanya.

Ia merinci, satu unit melayani wilayah Kecamatan Gu, Lakudo, dan Sangia Wambulu. Sementara satu unit lainnya melayani wilayah Kecamatan Mawasangka, Mawasangka Tengah, dan Mawasangka Timur.

Bertambahnya armada ini, lanjut dia, tentu akan berimplikasi dengan penambahan personil. Penambahan personil ini diupayakan akan dilakukan pada 2020 mendatang.

“Personil nanti 2020 ini kita akan tentukan, karena memang kita butuh sopir juga satu untuk operasionalnya,” katanya.

H. Alimuddin mengaku Pemkab Buteng sudah masuk dalam bursa penilaian Adipura. Namunmasih terkendala dengan persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Olehnya, saat ini Pemkab Buteng tengah berupaya untuk mencari lokasi tepat untuk TPA itu. Apalagi pembangunan TPA akan memicu lahirnya bank sampah yang didukung oleh Kemnterian Lingkungan Hidup.

“Kita sudah teken MoU untuk bank sampah itu. Sementara saat ini kita masih menunggu kebijakan lebih lanjut untuk pembangunan TPA kita,” katanya. (ADV)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...