Dinamika Kongres GMNI Dianggap Tidak Sesuai Perjuangan

1455
Ilustrasi
Bacakan

Wakatobi, Inilahsultra.com – Kongres Kemaritiman XXI Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dianggap tidak sesuai dengan asas perjuangan GMNI. Kegiatan tersebut berlangsung di Kota Ambon Provinsi Maluku sejak 28 November- 2 Desember 2019.

-Advertisements-

Dalam forum tertinggi kongres organisasi Kemahasiswaan GMNI tersebut, muncul berbagai dinamika yang tidak mencerminkan kader nasionalis sejati. Adanya intimidasi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengakibatkan Ketua DPP dan Sekjen keluar dari dalam sidang karena merasa diintimidasi.

Menyikapi persoalan tersebut, Ketua DPC GMNI Wakatobi La Ode Ridwan menyatakan, GMNI adalah organisasi nasionalis.

-Advertisements-

“Seharusnya kita menjadi panutan bagi yang lain dalam berdinamika, memperkuat persatuan kita sesuai asas perjuangan Marhaenisme,” ungkpanya.

Lanjut Ridwan, kongres adalah forum tertinggi, tempat melahirkan konsep dan gagasan dalam menentukan arah perjuangan organisasi.

“Harusnya beradu ide dan gagasan untuk kelangsungan kemajuan organisasi dan menawarkan ide dan gagasan untuk Indonesia, terkhusus Pemerintah Kota Ambon Provinsi Maluku sebagai tuan rumah kongres,” lanjutnya.

Menurut dia, GMNI hadir untuk menyelenggarakan kongres di Ambon, Maluku dan mengusung tema yang sangat tepat, kemaritiman. Hal itu harusnya mempertegas posisi kedaulatan maritim Indonesia untuk kepentingan nasional berbasis kepulauan berdasarkan Pancasila.

Dia berharap, agenda rutin dalam melaksanakan kongres sesuai amanat AD/ART, isu daerah dan isu nasional hingga internasional hadir di ruang kongres yang menjadi konsumtif bagi kamu Marhaenis, bukan soal subjektiftas kepentingan.

“Contoh sederhana, dilingkungan kaum Marhaenis berkongres ada isu dan masalah serius tentang Blok Masela yang sementara digodok oleh pemerintah pusat dan daerah. Tapi kaum Marhaenis sadar atau tidak, blok Masela itu rahmat tapi sekaligus ancaman bagi Negara jika tidak dikelola dengan bijak, maka konflik sosial mudah disulut. Sehingga butuh kesiapan disegala aspek,” paparnya.

Dia mengajak kepada seluruh DPC GMNI untuk menghadapi susupan kepentingan asing yang berkaitan dengan migas. Karena semakin banyak kadar migas, semakin menarik banyak kepentingan pemburu kekayaan sumber daya alam.

“Ayo kaum Marhaenis sejati rapatkan barisan, tinggalkan kepentingan oknum dan kelompok demi tujuan perjuanganmu. Kita kuat karena bersatu, bersatu karena kuat,” tutup Ridwan.

Reporter: La Ode Samsuddin

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...