Gelar Musrembang Tahun 2020, Pemdes Labunti Tampung Usulan Warga

251
Suasana Musrembang tahun 2020 Desa Labunti yang dipimpin langsung Plt Kades Labunti, La Ati (tengah).

Raha, Inilahsultra.com-Dalam menghadapi tahun anggaran 2020 melalui Dana Desa (DD), Pemerintah Desa (Pemdes) Labunti menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) di Balai Desa Labunti, Selasa 3 Desember 2019.

Rapat tersebut dipimpin langsung Plt Kades Labunti, La Ati bersama para anggota BPD setempat, turut dihadiri Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta puluhan warga Desa Labunti.

Advertisements
- Advertisement -

La Ati saat ditemui usai menggelar rapat bersama masyarakat menjelaskan bahwa seluruh usulan masyarakat baik kegiatan fisik maupun pemberdayaan semuanya disahuti.

“Semua usulan itu harus diterima, namun nanti dilihat skala prioritas,” katanya.

Ia menyebutkan, dalam Musrembang kali ini kegiatan fisik yang diusulkan masyarakat yakni, jalan usaha tani, MCK, sumur gali dan peningkatan sarana olahraga.

Untuk bidang pemberdayaan, masyarakat mengusulkan ternak sapi dalam bentuk kelompok, ternak ayam kampung dan ayam potong.

“Nanti akan ada program jagung kuning, yang akan dibantu termasuk pagar dan kabel penghambat hama babi. Program ini akan bekerja sama dengan penyuluh pertanian,” ungkapnya.

Plt Kades Labunti, La Ati mengawasi proses pengerjaan jalan usaha tani.

Selain itu, ada juga masyarakat mengusulkan pengadaan orgen desa, sanggar seni dan belajar. “Di sanggar ini akan diajarkan menari,” ujarnya.

Di bidang pendidikan di tahun 2020 akan ada peningkatan insentif honorer guru PAUD dan TK.

“Untuk bidang kesehatan akan ada pembangunan gedung posyandu, ada pengadaan alat kesehatan, seperti pengukur kadar gula, dan tekanan,” tambahnya.

Pada bidang agama, diusulkan peningkatan insentif guru ngaji. “Insetif guru ngaji ini sudah sudah dalam anggara DD sebesar Rp 900 pertriwulan sebanyak tiga TPA. Nanti akan dibicarakan lagi dengan tim sebelas, sehingga insentifnya bisa dinaikan,” ujarnya.

Dalam rapat juga itu, sambung La Ati ada masyarakat yang mengusul pengaspalan jalan Lorong Lamodandu dan Lorong Kabuluha. Hanya, saja, jalan tersebut merupakan domain kabupaten dan provinsi.

Baca Juga :  Sektor Usaha Non-Tambang Akan Tumbuhkan Ekonomi Sultra di 2019

Meski demikian, pihaknya akan tetap mengusahakan untuk menyuarakan ke tingkat atas, baik itu melalui pemerintah daerah atau lewat anggota dewan.

Dijelaskannya, Desa Labunti tahun 2019 ini mendapatkan anggaran DD sebesar Rp 1,1 miliar yang dibagi tiga tahap pencairan.

Dimana, tahap I dan II diperuntukan untuk pengerjaan jalan tani, MCK, sumur gali, alat-alat kesehatan, termaksud insetif Kader Pengembangan Sumber Daya Manusia.

“Sedangkan tahap tiga akan mulai dikerja bulan ini, dengan item pengerjaan tiga sumur gali, paving block, kebun percontohan dan sanggar belajar,” imbuhnya.

Reporter : Iman Supa

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...