Atasi Konflik Desa Gunung Jaya dan Sampoabalo, Polres Buton Gelar Coffee Morning

Coffee Morning yang digelar Polres Buton, Jumat 6 Desember 2019.
Bacakan

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Polres Buton menggelar coffee morning, Jumat 6 Desember 2019. Acara ini digelar untuk mengatasi konflik antara warga Desa Gunung Jaya dan Sampoabalo Kecamatan Siontapina beberapa waktu lalu.

Dalam coffee morning tersebut hadir sebagai nara sumber Bupati Buton La Bakry, Ketua DPRD Hariasi Salad, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Pasarwajo Hamrullah, Perwakilan Pengadilan Negeri Pasarwajo, dan Perwakilan Dandim 1413/Buton.

-Advertisement-

Acara yang digelar di Aula Endra Dharmalaksa Polres Buton ini mengambil tema ‘Damai Itu Indah’.

“Coffee morning ini untuk mempererat silaturahmi diantara warga Desa Gunung Jaya dan Sampoabalo,” kata Kapolres Buton, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga.

Ia mengatakan, dalam menangani kasus yang terjadi di Desa Gunung Jaya dan Desa Sampoabalo ada beberapa hal yang harus dilakukan. Yakni rehabilitasi, rekonstruksi, dan rekonsiliasi.

“Coffee Morning merupakan salah satu bentuk rekonsiliasi. Sebelumnya juga sudah pernah dilakukan oleh Pemda Buton, Kepolisian maupun TNI,” katanya.

Kegiatan ini, lanjut Agung, merupakan salah satu upaya Kepolisian dalam mendekatkan diri dan meningkatkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Buton, khsusunya bagi masyarakat Desa Gunung Jaya dan Sampoabalo.

“Selain kegiatan seperti ini, Polisi juga sudah lakukan silaturahmi di dua desa. Upaya yang kita lakukan yaitu pengobatan gratis di dua desa. Kita juga tetap dalam hal pengamanan masih ada anggota di pos perbatasan antara Gunung Jaya dan Sampoabalo, termasuk Brimob berjaga di sekitar daerah tersebut,” katanya.

Dia berharap kepada semua pihak agar bersama-sama menjadi motor perdamaian di bumi penghasil aspal terbesar di Indonesia ini.

“Harus kita sadari betul bahwa damai itu indah, tidak ada pihak manapun inginkan hal ini terjadi. Meski masih ada kekuranagn, tapi kita semua harus jadi pendingin untuk hal-hal yang seperti ini,” harapnya.

Plh Kasdim 1413 Buton Mayor Inf Gidion Skoda menuturkan, pihaknya sejauh ini terus melakukan penjagaan bersama pihak Kepolisian. Bahkan, kata dia, dari pihak TNI mengusulkan pembuatan Posko terpadu dibangun di perbatasan Desa Gunung Jaya dan Sampoabalo.

“Untuk Pospam ini, kita sudah meminta sebidang tanah, dan kami akan koordinasi dengan Pemda mengenai rencana anggarannya, supaya secepat mungkin akan dibangun,” ujarnya.

Bupati Buton La Bakry mengatakan, sejauh ini Pemda sudah menyalurkan sejumlah bantuan sosial terhadap masyarakat di dua desa tersebut.

Tak hanya itu, kata dia, pihaknya juga mengupayakan agar melalui acara Pesta Adat Takimpo-Kambulambulana pada 11 Desember 2019 nanti akan dilangsungkan rekonsiliasi antar dua desa tersebut. Acara itu akan dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi.

“Banyak langkah yang sudah dan akan kita lakukan, hanya butuh kesabaran saja,” ucapnya.

Ketua DPRD Buton Hariasi Salad mengatakan, mengenai pemulihan pasca konflik di Desa Gunung Jaya dan Sampoabalo, pada prinsipnya secara kelembagaan akan terus mendorong program Pemda Buton.

“Bicara soal program, secara kelembagaan DPRD mendukung program Pemda,” ujar Politikus Golkar Ini.

Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania

Facebook Comments