Calon Kepala Daerah yang Berebut Pintu PKB di Lima Kabupaten di Sultra

904
 

Kendari, Inilahsultra.com –Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kabupaten atau kota di Sulawesi Tenggara telah selesai membuka pendaftaran calon kepala daerah yang akan maju di pemilihan serentak 2020.

Dari tujuh daerah yang menggelar pemilihan langsung 2020, PKB hanya memiliki kursi di DPRD lima daerah. Yakni, Muna, Konawe Kepulauan, Konawe Utara, Konawe Selatan dan Buton Utara. Sedangkan Wakatobi dan Kolaka Timur tak menempatkan wakilnya di DPRD setempat.

Advertisements

Pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sultra Jaelani menyebut, pintu partai besutan Muhaimin Iskandar itu paling banyak dilirik calon yang maju di Muna dan Buton Utara.

Di Muna ada empat calon bupati yang memperebutkan empat kursi PKB di DPRD Kabupaten Muna, yakni, LM Rajiun Tumada, LM Rusman Emba, LM Baharuddin dan Syarifuddin Udu.

Sedangkan di Buton Utara, ada empat calon bupati dan tiga calon wakil bupati yang melamar tiga kursi PKB. Untuk calon bupati, yakni, Muhamad Aswadi Adam, H Muhammad SH MH, Fahrul Muhaka dan Abu Hasan.

“Sedangkan calon wakil bupati adalah Drs Nurbertus, Zaetu Ampo SH dan Kuslan SE,” katanya, Rabu 11 Desember 2019.

Selain di dua kabupaten itu, daya tarik PKB juga menjadi lirikan calon di Kabupaten Konawe Selatan. Meski hanya dua kursi, tiga calon kuat mendaftar di PKB. Yakni, Surunuddin Dangga, Wahyu Ade Pratama Imran dan Irham Kalenggo.

Di Konawe Utara juga tak kalah menariknya dua kursi PKB. Wakil Bupati Konawe Utara Raup bersaing dengan Sudiro yang juga anggota DPRD setempat berebut pintu PKB.

“Selain calon bupati, ada juga calon wakil bupati yang mendaftar, yakni, Kahar,” jelas pria yang akrab disapa Bang Jay ini.

Sementara di Kabupaten Konawe Kepulauan, masih minim calon yang mendaftar. Dari sekian tokoh politik di Pulau Wawonii itu, hanya incumbent, Amrullah yang mendaftar di PKB.

“Di Konawe Kepulauan kita punya tiga kursi dan mendapatkan kursi pimpinan DPRD,” tuturnya.

Khusus dua kabupaten yang tidak memiliki kursi, Wakatobi dan Kolaka Timur, PKB memastikan tetap akan mendukung calon tertentu.

“Secara infrastruktur partai kita punya di dua daerah itu meskipun tak memiliki kursi di DPRD. Namun, calon yang kita dukung nanti memiliki visi yang sama dengan kita memperjuangkan kepentingan masyarakat dan membumikan visi politik PKB rahmatan lil alamin,” jelasnya.

Terhadap calon yang sudah mendaftar ini, lanjut Jaelani, semua memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan pintu PKB sebagai kendaraan politik maju Pilkada 2020.

“Namun, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi calon agar bisa diusung oleh PKB,” bebernya.

Beberapa kriteria dimaksud Jaelani adalah tingkat dukungan calon yang dibuktikan dengan hasil lembaga survei. Kemudian, kepastian dukungan partai lain sebagai bagian dari koalisi pengusung pasangan calon.

“Karena, di lima daerah itu kita butuh koalisi dengan partai lain untuk mencukupi syarat dukungan terhadap calon yang diusung,” urainya.

Selain kepastian partai pendukung lainnya di luar PKB, syarat yang harus dilewati oleh bakal calon yang mendaftar di PKB adalah mengikuti sosialisasi dalam bentuk pemaparan visi misi yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

Menurut Jaelani, sosialisasi pemaparan visi misi ini merupakan bagian dari tahapan yang harus dilalui bakal calon yang mendaftar di PKB.

“Kita sudah ada jadwal untuk sosialisasi pemaparan visi misi di tingkat DPW PKB Sultra. Informasi teknis pelaksanaan, jadwal dan tempatnya nanti kita umumkan selanjutnya. Yang jelas, kita akan buat lebih berkualitas untuk melihat kemampuan para kandidat yang akan maju nanti,” pungkasnya.

Penulis : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...