Formasub Dampingi Keluarga Randi-Yusuf Mengadu ke Komnas HAM dan Ombudsman

401
 

Kendari, Inilahsultra.com – Perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bersatu (Formasub) bersama keluarga Muh Yusuf Kardawi dan Randi mengunjungi Komnas HAM untuk mengadukan beberapa hal yang menjadi keluhan selama penanganan kasus penembakan 26 September 2019 lalu.

Hal ini merupakan buntut dari kekecewaan keluarga korban atas lambannya penyelesaian kasus kematian kedua mahasiswa itu yang sampai hari ini belum memiliki titik terang.

- Advertisement -

“Ditambah lagi dengan beberapa fakta-fakta yang ditemukan oleh teman-teman mahasiswa yang dianggap sebagai bentuk ketidakseriusan lembaga negara dalam hal ini pihak kepolisian untuk menyelesaikan persoalan kematian dua mahasiswa Universitas Halu Oleo,” kata Yudhi, perwakilan Formasub yang mendampingi keluarga Randi dan Yusuf di Jakarta, Rabu 11 Desember 2019.

Yudhi menyebut, fakta-fakta ketidakseriusan negara mengusut kasus penembakan misalnya kasus Oksa salah satu korban penembakan yang memiliki luka di lengan sampai hari ini belum jelas penyelesaiannya karena untuk pelaporannya saja belum diketahui.

“Fakta lain misalnya pemberian keterangan saksi dianggap menyalahi prosedural yang dilakukan di rumah salah satu anggota kepolisian yang bertugas di Polda Sulawesi Tenggara,” jelasnya.

Yudhi mengaku, keluarga bersama perwakilan mahasiswa bertemu langsung dengan Ketua Komnas HAM di Jakarta.

Hasil pembicaraannya, masih banyak fakta hukum yang tidak pernah dibuka di publik.

“Peristiwa penembakan tersebut tidak berdiri sendiri ada komando yang diberikan untuk melakukan penembakan kepada mahasiswa,” bebernya.

Oleh karena itu, perwakilan mahasiswa meminta agar Komnas HAM mendorong kepada Presiden Republik Indonesia untuk dibentuk tim gabungan pencari fakta (TPGF) dengan tujuan agar fakta-fakta yang dianggap dikaburkan oleh pihak kepolisian di buka di hadapan publik.

“Tuntutan lain juga disampaikan kepada Komnas HAM agar meminta kepada Kapolri untuk membebastugaskan mantan Kapolda Sultra, mantan Dirkrimum, mantan Kapolres Kendari untuk diperiksa atas dugaan keterlibatannya dalam struktur jalur komando pada peristiwa penembakan 26 September lalu,” pungkasnya.

Penulis : Onno
Editor : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...