Isu Suap Rp 250 Juta, Pemilihan Wakil Wali Kota Kendari Masuk Pantauan KPK

Korsupgah KPK mendatangi gedung DPRD kota Kendari. (Haerun)
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Pemilihan Wakil Wali Kota Kendari menjadi salah satu pantauan dari Koordinasi dan Sepervisi Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

-Advertisements-

Sorotan ini disampaikan langsung Tim Koordinator dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Wilayah (Korwil) VIII Wilayah Sulawesi Adlinsyah Malik Nasution dalam rapat koordinasi antara KPK dengan DPRD Kota Kendari terkait dukungan optimalisasi pajak daerah, dihadiri langsung Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir dan Ketua DPRD Subhan serta anggota dewan, Kamis 13 Desember 2019.

Adlinsyah Malik Nasution mengungkapkan, hingga saat ini Wali Kota Kendari belum memiliki wakil. Ia menyarankan agar proses pemilihan dilaksanakan dengan baik dan mengingatkan jangan ada suap menyuap dalam pelaksanaannya.

“Saya sudah mendengar itu pak satu kursi berapa duit, kalian dengar ya kawan-kawan saya di Kendari ini sudah banyak. Dari awal saya dengar ini kita ikuti terus informasi pemilihan wakil wali kota yang akan dilaksanakan di DPRD,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Ciko ini melanjutkan, informasi yang didapatkan KPK dalam satu kursi di DPRD untuk pemilihan wali kota mencapai Rp 250 juta sampai Rp 500 juta.

“Ternyata menjadi wakil wali kota itu mahal harganya. Saya baru tahu juga jadi wakil itu mahal, saya pikir cuma jadi Wali Kota yang mahal. Ternyata wakil juga mahal,” jelasnya.

“Silakan kalian bermain, tapi ingat saya punya teman banyak di sini pak memantau ini. Perlu kalian ketahui setiap wilayah saya kelola pasti ada korban, percaya atau tidak tergantung dari bapak ibu dewan,” ujarnya.

Untuk anggota DPRD kota Kendari, ia mengingatkan, jangan sampai kejadian ini sama dengan kasus di DPRD Malang. Hampir seluruh anggota dewan ikut tersangka yang diproses secara hukum hanya karena uang.

“Pasti kalian sudah pernah lihat anggota DPRD Malang kita jejer mereka dan kita bawa pakai bus. Tapi saya berharap jangan ada apa-apa terjadi di Kota Kendari, jangan lagi menerapkan gaya-gaya lama seperti ini,” imbaunya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Kendari Samsuddin Rahim menyampaikan, apa yang disampaikan oleh Tim Korsupgah menjadi tamparan kepada semua anggota dewan.

“Yang disampaikan tim Korsupgah ini menjadi tamparan untuk kita semua.
Terima kasih atas koreksinya pak dan
terima kasih pula atas peringatannya,” ujarnya.

Pantauan Inilahsultra.com, Adlinsyah Malik Nasution terlihat sangat serius mengingatkan anggota dewan untuk tidak menerima apapun dalam pemilihan wakil wali kota. Penyampaian ini terlihat sejumlah anggota dewan hanya duduk terdiam dan ada juga sebagian menertawakan apa yang disampaikan oleh Korsupgah KPK.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...